PURWOSARI, Radar Bromo– Sekelompok pemuda yang diduga geng motor kembali bikin ulah di Kabupaten Pasuruan. Mereka mengeroyok Rizky Hendrawan, 28, warga Dusun Puntir, Desa Martopuro, Purwosari. Korban sampai luka-luka.
Bujangan itu menjadi korban pengeroyokan pada Minggu (16/11), pukul 03.00. Tepat di teras sebuah minimarket di tepi jalan nasional Surabaya–Malang. Masuk Dusun Alkemar, Desa Martopuro, Purwosari.
Saat itu, menurutnya, dia dan rekannya Hamzah, 30, hendak mengambil uang di mesin ATM yang ada di minimarket itu. Mereka boncengan naik motor.
Hamzah yang juga warga Dusun Puntir, masuk ke ruang ATM untuk mengambil uang. Sementara korban di teras minimarket sambil menunggui motornya.
Tiba-tiba datang puluhan orang berboncengan motor. Mereka berhenti dan menepi di dekat minimarket, tempat korban duduk.
“Lalu lima orang turun dari motor dan langsung mengroyok saya sampai luka-luka seperti ini," terang Hendra–panggilannya–kemarin (17/11) saat ditemui di rumahnya.
Karena pengeroyokan itu, korban mengalami luka robek di kepala, memar di pipi dan pelipis kanan. Selain itu, kaki kanan juga memar.
Korban mengaku tidak tahu siapa mereka. Termasuk lima orang yang menyerangnya, tidak ada satupun yang dikenalinya. Namun beberapa dari mereka ada yang membawa senjata tajam (sajam) jenis parang dan pedang.
"Saya dipukuli di wajah dan kepala. Kaki kanan saya juga diinjak berulang kali. Setelah itu, para pelaku beserta rombongannya kabur ke arah Malang," ungkapnya.
Sementara itu, Hamzah berhasil kabur saat rombongan diduga geng motor itu datang. Dia selamat dari pengeroyokan itu.
"Yang dikeroyok cuma saya, teman saya berhasil kabur. Waktu itu dia di ATM, jadi bisa kabur. Sementara saya di teras minimarket. Jadi, tidak bisa kabur,” bebernya.
Setelah kejadian itu, korban langsung pulang bersama Hamzah. Dia lantas berobat ke bidan desa setempat.
"Sebagai orang tua, saya berharap kasus yang menimpa putra kami ini diusut dan pelakunya ditangkap," ujar Sulaiman, 61, bapak korban.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Purwosari Aiptu Dodik Waluyo menegaskan, pihaknya sudah monitor kejadian itu. Petugas juga sudah pulbaket sebagai langkah awal. "Kasusnya dalam lidik. Untuk pelakunya sejauh ini belum terungkap," tandasnya. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi