PURWOSARI, Radar Bromo-Kecelakaan maut truk wing box di jalur Malang-Surabaya masuk Kelurahan/ Kecamatan Purwosari tak hanya merenggut jiwa dan membuat sejumlah kerusakan.
Ruas jalan nasional yang menghubungkan Malang-Surabaya itu sempat mengalami kemacetan panjang. Bahkan, kemacetan terjadi sampai 3 kilometer.
Macet terjadi karena badan truk wing box melintang di jalan, arah Malang-Surabaya.
Proses evekuasi memakan waktu. Selain itu, olah TKP dilakukan petugas saat itu juga.
Dari arah Malang ke Surabaya, macet terjadi sampai di depan Kebun Raya Purwodadi atau sekitar 3 kilometer.
Sedangkan dari arah Surabaya ke Malang, macet terjadi sampai dengan perbatasan Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari atau sekitar 2 kilometer.
Oleh petugas Poslantas Purwosari dan Turjawali Satlantas Polres Pasuruan langsung melakukan contra flow alias buka-tutup. Sehingga, kendaraan dari dua arah tetap bisa melintas.
"Contra flow kami lakukan agar kendaraan dari dua arah bisa melintas. Juga untuk minimalisasi kemacetan," terang Kanit Turjawali Satlantas Polres Pasuruan Ipda Aries Setiyandono.
Kemacetan juga terjadi lantaran minyak goreng yang dimuat pikap, tumpah ke jalan arah Malang-Surabaya.
Akibatnya, aspal jalan menjadi licin. Bahkan, beberapa pengendara motor yang melintas dari arah Malang ke Surabaya terjatuh.
Petugas mendatangkan truk muatan pasir ke TKP. Lalu, jalan yang kena tumpahan minyak goreng diuruk dengan pasir.
"Aspal jalan jadi licin kena tumpahan minyak goreng. Biar tidak licin, kami uruk dengan pasir. Sejumlah warga sekitar dan supeltas, membantu menguruk pasir di jalan yang licin,” kata anggota Poslantas Purwosari Aiptu Suwandi.
Sekitar pukul 09.00, macet berangsur berkurang. Sebab, petugas mengalihkan kendaraan ke jalan tol.
Setelah olah TKP selesai, tiga kendaraan yang terlibat laka dievakuasi menggunakan pikap derek. Baik itu mobil maupun pikap. Sedangkan truk wing box dan muatannya, dievakuasi menggunakan crane yang didatangkan dari Sidoarjo. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi