PANDAAN, Radar Bromo—Pemkab Pasuruan mulai menata pedagang terdampak kebakaran di Pasar Pandaan pada 28 Agutuss 2025. Mereka dipastikan tidak dibiarkan terlalu lama kehilangan mata pencaharian.
Begitu garis polisi dilepas, lokasi kebakaran akan dibersihkan dan dibangun lapak semi permanen.
Pembangunan lapak semi permanen sekaligus jadi relokasi darurat. Jumlahnya akan disesuaikan dengan kebutuhan pascainsiden kebakaran. Selanjutnya, pedagang bisa berjualan lagi di lapak semi permanen itu.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan, relokasi darurat saat ini menjadi solusi paling realistis.
“Kami tidak ingin pedagang terlalu lama berhenti berjualan. Kami juga memahami kalau mereka direlokasi, ada kekhawatiran ditinggal pelanggan,” kata Mas Rusdi -sapaan akrab Bupati Pasuruan-.
Menurut Mas Rusdi –sapaan akrabnya-, penataan penting dilakukan agar roda perekonomian Pasar Pandaan tidak macet.
Apalagi Pasar Pandaan dikenal sebagai salah satu aktivitas perdagangan terbesar di Kabupaten Pasuruan.
“Setelah police line dilepas, lapak semi permanen akan segera disiapkan agar aktivitas ekonomi bisa kembali pulih,” tegasnya.
Rusdi juga membeberkan rencana jangka panjang. Pasar Pandaan akan diremajakan tahun depan dengan alokasi anggaran khusus. Desainnya akan dibuat lebih modern dan tertata.
“Kami ingin ke depan Pasar Pandaan lebih rapi, nyaman, dan bisa menjadi pusat perdagangan yang representatif,” ujarnya.
Bupati menegaskan, pemerintah tidak akan meninggalkan para korban. Pendampingan akan diberikan.
Baik secara teknis, maupun administratif. Sehingga, pedagang bisa segera bangkit.
“Kami minta pedagang tetap tenang. Semua sudah kami rencanakan. Yang penting, mereka bisa kembali mencari nafkah tanpa harus menunggu lama,” tegasnya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi