PANDAAN, Radar Bromo-Kebakaran hebat meluluh lantakkan Pasar Pandaan Kamis (28/8) malam hingga Jumat (29/8) dinihari. Sampai saat ini Pemkab Pasuruan masih menginventarisir dampak kebakaran pasar terbesar di Kabupaten Pasuruan itu.
Pengelola Pasar Pandaan Sugiman Budi Santoso menyebut, jumlah pedagang yang terdampak kebakaran mencapai 91 pedagang.
Sebanyak 91 pedagang terdampak tersebut terdiri dari delapan bangunan permanen, 38 semi permanen. Sisanya 45 lapak.
Bangunan yang terbakar itu ada di blok H dan N. Total ada tujuh bangunan permanan yang terbakar. Sementara bangunan semi permanen mencapai 38. Untuk PKL yang terdampak 29.
"Rincian dari hasil identifikasi pasca kebakaran seperti itu jumlahnya," terang Sugiman Budi Santoso.
Sejumlah kios yang terbakar itu berupa toko peracangan, jualam sembako hingga salon.
Sementara untuk lapak atau bangunan semi permanen dan PKL yang terbakar, rata-rata berjualan sayuran, bumbu dapur, peracangan sembako, kelapa, dan lain-lain.
"Yang terdampak itu, lokasinya di samping-samping yang terbakar. Untuk jualannya, ada yang pagi sampai siang dan sore hari, juga adapula sampai malam hari," tuturnya.
Sementara itu, Pemkab Pasuruan langsung menyiapkan langkah dampak kebakaran.
Saat ini disiapkan tiga opsi untuk menampung para pedagang Pasar Pandaan terdampak.
Yakni di lahan parkir Pasar Burung, Eks tempat Persatuan Dagang Sepeda (PDS) di area dalam pasar. Serta, depan kantor pasar setempat.
"Ini alternatif pilihan. Nanti dicari space yang kosong. Karena tempat terbatas, yang penting mereka bisa berjualan lagi," kata Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko.
Tiga opsi tempat tersebut, juga sudah dicek langsung ke lokasi. Jumat pagi (29/8) pengelola Pasar Pandaan bersama sejumlah instansi terkait dipimpin sekda melihat langsung kondisinya.
"Ini (penanganan) harus segera, dan harus ada percepatan. Pertimbangan tempat, tentunya tidak satu titik saja," bebernya.
Pembangunan kembali lapak dan kios terdampak sendiri nantinya bakal diusulkan lewat Bantuan Tidak Terduga (BTT). (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi