Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rencana Pembangunan Jalan Tembus Sukorejo Pasuruan-Batu, Ini Kekhawatiran Pelaku Wisata di Pasuruan

Rizal Syatori • Selasa, 26 Agustus 2025 | 01:59 WIB

 

 

Simpang tiga Sukoreno, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan yang bakal jadi akses jalan tembus Sukorejo, Kabupaten Pasuruan-Batu.
Simpang tiga Sukoreno, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan yang bakal jadi akses jalan tembus Sukorejo, Kabupaten Pasuruan-Batu.

SUKOREJO, Radar Bromo–Wacana pembangunan jalan tembus atau bypass Pasuruan-Batu yang kembali mencuat, disikapi pro dan kontra. Mereka yang kontra, khawatir realisasi wacana ini justru akan mematikan potensi atau kunjungan wisata di Kabupaten Pasuruan.

Kekhawatiran ini terutama disuarakan para pelaku wisata di Kabupaten Pasuruan. Seperti Rusti Widayati asal Kecamatan Sukorejo.

Rusti menilai, saat ini belum diperlukan pembangunan bypass Pasuruan–Batu atau lebih tepatnya Sukorejo–Batu. Mereka yang hendak ke Batu bisa lewat jalan nasional atau jalan tol Pandaan-Malang.

Selain itu, akses jalan dari Karanglo di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ke Kota Batu juga sudah lebar.

 “Sebenarnya selama ini tidak ada masalah. Kan sudah ada jalan nasional dan jalan tol. Iya, dulu belum ada jalan tol ke Batu. Jadi alasannya bypass dibangun untuk mengurai kemacetan,” terangnya.

Bila bypass Pasuruan-Batu benar-benar direalisasikan, menurutnya, malah dikhawatirkan akan mematikan potensi dan kunjungan wisata di Kabupaten Pasuruan.

Terutama di wilayah barat dan selatan yang punya banyak destinasi wisata. Mulai Kecamatan Puspo, Tosari, Tutur, Purwodari, Prigen, Sukorejo, dan Gempol.

Mereka yang dari arah utara seperti Surabaya dan sekitarnya, pasti akan langsung melewati jalan tembus di Sukorejo, yang diwacanakan sebagai pintu masuk ke Batu. Tidak lagi melewati jalan nasional Surabaya-Malang atau jalan tol.

Dengan demikian, sejumlah tempat wisata di wilayah barat dan selatan Kabupaten Pasuruan tidak akan lagi didatangi.

Padahal, destinasi wisata di Kabupaten Pasuruan ini banyak yang berada di wilayah barat dan selatan. Mulai TSI, Kebon Raya Purwodadi, Kebun Kurma, Kolam Renang Saigon, Tlogosewu, wilayah Tretes, dan masih banyak lagi.

“Kalau kunjungan wisata mati, maka nanti yang terdampak bukan hanya wisata dan pelaku wisatanya. UKM dan UMKM akan kena imbasnya, termasuk  hotel,” terangnya.

Selama ini, menurutnya, lokasi wisata di Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu jujukan wisatawan. Terutama weekend di saat jalanan di Kota Batu macet. Wereka yang enggan terjebak macet, menurutnya, biasanya lebih memilih berwisata ke Kabupaten Pasuruan.

Namun, Rusti menegaskan dirinya bukan antipembangunan wisata. Menurutnya, dia setuju dengan perbaikan dan peningkatan jalan kabupaten. Namun, tidak perlu pembangunan jalan tembus.

"Kalau ada jalan tembus, nanti yang paling diuntungkan Kota Batu. Karena tujuan utamanya ke sana untuk berwisata. Terus kabupaten dapat apanya?” katanya.

Hal serupa disampaikan Kastari, pelaku wisata asal Kecamatan Pandaan. Selama ini menurutnya, pembangunan jalan tembus atau bypass Pasuruan-Batu diwacanakan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Batu.

Padahal, kemacetan di Batu tidak terjadi setiap hari. Biasanya hanya terjadi saat weekend. Sebab, saat itu kunjungan wisata biasanya meningkat.

“Jadi ini harus dipertimbangkan pula. Jangan sampai daerah sendiri merugi karena pembangunan jalan tembus ini. Terutama Kabupaten Pasuruan," pungkasnya. (zal/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#jalan tol #pasuruan #kunjungan #batu #jalan tembus #wisata #malang #Sukorejo