PURWOSARI, Radar Bromo-Warga Desa Sukodermo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat pagi (18/7) geger. Itu setelah warga setempat menemukan mayat lelaki di sungai.
Mayat di sungai tepi jalan jurusan Bakalan-Sengonagung Dusun Payaman itu dipenuhi luka. Polisi memastikan korban pembunuhan.
"Temuan mayat tersebut pertama kalinya diketahui warga, saat mau ke sawah. Saat menengok ke sungai, kaget ternyata ada mayat," kata Sekdes Sukodermo Mustofa.
Saat ditemukan, Topa –sapaan akrabnya- menuturkan posisi korban terlentang miring dan sudah mengambang.
Warga lantas melaporkan penemuan mayat ini ke Polsek Purwosari. "Korban tidak diketahui identitasnya, bukan warga dari desa kami. Hanya pakai kaus dan celana pendek saja," jelas Mustofa.
Kabar penemuan mayat itu pun dengan cepat menyebar. Lokasi penemuan mayat dipadati sejumlah warga.
Pemdes pun juga melaporkan penemuan mayat itu ke polisi. Tak berselang lama, tim inafis Polres Pasuruan bersama Unit Reskrim Polsek Purwosari dan Satreskrim Polres Pasuruan datang untuk melakukan olah TKP dan pulbaket.
Tak ditemukan identitas pada korban. Jenazah korban lantas dibawa ke RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol untuk diotopsi.
"Temuan mayat di lokasi tersebut, diduga korban pembunuhan. Karena terdapat sejumlah luka-luka, masih didalami dan lidik," ujar Kapolsek Purwosari AKP Ponsen Dadang Martianto.
Usai dilakukan olah TKP, identitas korban akhirnya diketahui. Korban diketahui berinisial SES, 38, asal Madiun.
Pada tubuh korban, ditemukan sejumlah luka-luka. Antara lain sulutan rokok di perut, luka tusuk kepala belakang, dan memar bawah lengan kanan.
"TKP temuan mayat ini, mengarah kuat lokasi dibuangnya korban. Untuk eksekusinya, dan siapa pelakunya masih dalam lidik," terangnya.
Informasi lain dari korban, Kapolsek menuturkan KTP-nya beralamatkan Madiun. Namun, selama ini korban tinggal dan domisili di Sidoarjo, ia bekerja di Surabaya.
"Saat ini upaya ungkap dan lidik tengah dilakukan. Oleh Unitreskrim Polsek Purwosari, Satreskrim Polres Pasuruan dan Jatanras Polda Jatim," jelasnya. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi