PANDAAN, Radar Bromo-Warga Pandaan, Kabupaten Pasuruan Selasa pagi (17/6) geger. Itu setelah seorang anak jalanan (Anjal) ditemukan tewas usai jadi korban pengeroyokan.
Awalnya, Polsek Pandaan sekitar pukul 09.30 pagi mendapat laporan adanya orang meninggal di RS. Mitra Sehat Medika, jalan By Pass, Kecamatan Pandaan.
Sesaat kemudian, petugas dari polsek setempat datang ke rumah sakit untuk memastikan adanya informasi tersebut.
Setelah dicek, kabar itu ternyata benar. Korban diketahui bernama Dwi Angga Febriawan Hanif, 19, pemuda anjal, asal Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
"Korban dibawa ke rumah sakit oleh empat orang rekannya, sesama pemuda punk. Ternyata kondisinya sudah meninggal dunia. Korban mengalami luka di kepala belakang. Juga luka lebam di bagian wajah, mata dan bibir," kata Kapolsek Pandaan Kompol Bambang Sucahyono.
Selanjutnya, petugas dari Unit Reskrim Polsek Pandaan langsung melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).
Petugas Polsek berkoordinasi dengan Tim Buser Polres Pasuruan. Selain itu, juga mendatangi lokasi kejadian berada di simpang empat Traffig Light (TL) Taman Dayu, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan.
Lokasi itu merupakan tempat korban selama ini mangkal bersama rekan-rekannya.
Sesampainya di TKP, petugas melakukan cek dan olah TKP. Petugas juga memasang police line.
Baca Juga: Jaring 10 Anak Punk yang Ngamen di Simpang Empat Kebonagung, Ngakunya dari Luar Pasuruan
"Sebelum meninggal, malam harinya sekitar pukul 20.00 di hari Senin (16/6) saat gerimis, korban didapati tergeletak di semak-semak lahan kosong, utara simpang empat TL Taman Dayu, akses menuju ke gerbang Tol Pandaan," terangnya.
Dari RS. Mitra Sehat Medika, selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara, Pusdik Gasum, Porong. Selanjutnya, jenazah korban dilakukan otopsi.
"Tewasnya korban diduga karena pengroyokan. Untuk penyebab pasti kematiannya, tunggu hasil dari proses otopsi dulu. Tentunya kasus ini menjadi atensi kami dilapangan," terang Bambang. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi