PRIGEN, Radar Bromo–Aksi geng motor belakangan bikin warga resah. Alhasil saat mendapati ada gerombolan yang diduga geng motor, warga Prigen, Kabupaten Pasuruan pu tak tinggal diam.
Sekitar 12 orang yang diduga geng motor dihadang puluhan warga dari Kelurahan Prigen dan Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (15/6) dini hari.
Mereka menghadang geng motor itu di simpang tiga Seno, Kelurahan/Kecamatan Prigen, di ruas jalan jurusan Prigen-Pandaan.
Tidak hanya dihadang. Beberapa orang yang diduga geng motor itu jadi sasaran amuk warga yang sudah standby sejak Sabtu (14/6) malam di ruas jalan tersebut.
Warga sengaja siaga di lokasi itu sejak Sabtu (14/6) malam untuk menghadang geng motor yang diduga bikin onar, sepekan sebelumnya. Yaitu, Minggu (8/6) malam.
Saat itu, sejumlah orang yang diduga geng motor melintas dan bikin onar di Dusun Lumbangkrajan, Desa Lumbangrejo, Prigen.
"Mereka ini diduga geng motor dan dihadang warga. Bahkan, sempat menjadi sasaran amuk warga. Petugas langsung datang ke lokasi, membubarkan kerumunan,” kata Kapolsek Prigen AKP Hartono.
Petugas juga mengamankan 12 orang yang diduga geng motor. Dua di antaranya perempuan.
Mereka berusia antara 14-25 tahun. Tiga orang dari Kejayan, empat dari Prigen, dua dari Gempol, dan tiga dari Mojokerto.
Kapolsek menjelaskan, warga Desa Lumbangrejo dan Kelurahan Prigen menghadang di dua titik pada Minggu (15/6) dini hari.
Masing-masing di depan depot yang ada di utara kantor Kecamatan Prigen. Dan di simpang tiga Seno.
Selama pemeriksaan di mapolsek, tidak ditemukan barang berbahaya atau mencurigakan.
Mereka yang diamankan juga mengaku bukan geng motor. Namun, sekadar pulang dari jalan-jalan dan ngopi di Tretes, Kecamatan Prigen.
Siang harinya, 12 orang diduga geng motor itu dibawa ke Polres Pasuruan. Mereka dibina. Selain itu, orang tua masing-masing dipanggil.
“Mereka juga membuat surat pernyataan di mapolres. Untuk motornya, diamankan di mapolsek. Motor bisa diambil dengan menunjukkan surat-surat lengkap dan kondisinya harus sesuai standar," katanya.
Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan, petugas memang selalu patroli untuk mengantisipasi geng motor.
Dia juga minta warga berperan aktif menjaga kamtibmas, namun tidak main hakim sendiri.
"Kami minta warga melaporkan kejadian yang meresahkan maupun tindak pidana yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kepada pihak berwajib," jelas perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi