GEMPOL, Radar Bromo-Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh Noor Iskak membeberkan kronologi insiden kebakaran truk TNI muat amunisi yang terbakar disertai sejumlah ledakan di ruas tol Gempol-Pandaan (sebelum belok arah Probolinggo).
Menurut Dandim, truk yang terbakar itu merupakan milik Rider unit 509 Jember. Rombongan truk itu baru datang dari tugas di Papua.
Rombongan Senin malam (5/5) itu mendarat di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Lantas, berencana pulang ke satuannya di Jember.
Dari Surabaya, rombongan diperkirakan berangkat sekitar pukul 21.00. Konvoi rombongan itu terdiri dari empat truk. Satu truk di antaranya muat amunisi.
Empat truk itu lantas melewati ruas jalan tol untuk memangkas waktu.
Sekitar pukul 21.40-an, petaka itu terjadi. Di KM 744 tol Gempol-Pandaan, truk yang berada di nomor dua saat konvoi tiba-tiba alami gangguan.
“Kendaraan kedua dari belakang (nomor 3) keliatan api (dari kendaraan di depannya/ nomor 2). Selanjutnya yang belakang memberi tahu bahwa kendaraan di depan ada api, agar berhenti,” ujar Dandim.
Tak berselang lama, tiba-tiba terjadi ledakan hebat. Dua anggota TNI yang berada di truk nomor 3 yang turun untuk memberi tahu truk nomor 2 berhenti pun langsung berupaya mencari perlindungan.
“Usai terjadi ledakan, mencari perlindungan. Di sisi kanan ada tembok pembatas tol dengan tinggi 1 meteran. Begitu mendengar ledakan, anggota berinisial U melompat ke pembatas tol dengan harapan terlindung dari ledakan amunisi itu,” jelas Noor Iskak.
Kondisi lokasi sendiri saat itu cukup gelap. Lantaran itu, anggota berinisial U tak menyadari bahwa sela-sela pembatas tol itu ternyata cukup dalam.
Anggota berinisial U itu terjatuh di semacam parit tol sedalam sekitar 7-10 meter.
“Jadi (meninggal) bukan karena percikan amunisi. Kondisi sekitar saat itu memang gelap. Jadi dikira tanah,” beber Noor Iskak.
Korban ditemukan warga. Lantaran kondisinya cukup parah ia akhirnya meninggal. Jenazahnya lantas dibawa ke RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo. Sementara satu korban lainnya alami luka-luka.
Pihak TNI sendiri saat ini masih menyelidiki penyebab kebakaran truk amunisi itu.
Sementara proses sterilisasi di lokasi masih terus dilakukan. Untuk ruas jalan tol sendiri, sudah kembali dibuka Selasa pagi. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi