Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Walau Pasar Hewan di Kab Pasuruan Diinstruksikan Ditutup, Masih Saja Ada Blantik Masih Berdatangan, Alasannya Begini

Rizal Syatori • Jumat, 17 Januari 2025 | 12:55 WIB

 

 

MENGAKU TIDAK TAHU: Hewan ternak sapi dan sejumlah blantik yang datang ke Pasar Hewan di Pasar Sukorejo.
MENGAKU TIDAK TAHU: Hewan ternak sapi dan sejumlah blantik yang datang ke Pasar Hewan di Pasar Sukorejo.

SUKOREJO, Radar Bromo– Pemkab Pasuruan sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati Pasuruan Nomor : 500.7.2.4/073/424.092/2025 tanggal 15 Januari 2025.

SE itu mengatur untuk menutup pasar hewan sementara untuk upaya meminimalisir risiko potensi meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Pasuruan.

Aturan itu berlaku selama dua pekan, mulai 16 sampai dengan 29 Januari. Namun di hari pertama diberlakukannya SE Bupati Pasuruan tersebut, ternyata blantik hewan ternak didapati masih berdatangan di pasar hewan.

Salah satu yang terpantau Jawa Pos Radar Bromo, ada di Pasar Sukorejo, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo.

Pasar ini bahkan masih ramai akan sapi dan kambing

Aktivitas tampak seperti biasa, meski terlihat lebih sepi dibandingkan biasanya.

Padahal banner pengumuman terkait SE Bupati Pasuruan terpasang di depan pagar kantor Pasar Sukorejo di belakang. Dekat gerbang akses masuk dan keluar pasar hewan.

Para blantik yang datang mengaku tidak tahu soal SE tersebut. “Kami tahunya pas sudah datang dan tiba di sini.

Sudah terlanjur datang. Informasi atau pengumuman terkait SE Bupati Pasuruan harusnya disampaikan jauh-jauh hari,” ucap salah seorang blantik sapi ditemui koran ini di Pasar Sukorejo.

Blantik tersebut menuturkan, hewan ternak sapi dan kambing datang ke pasar hewan di Pasar Sukorejo ini, diklaimnya dalam kondisi sehat. “Semuanya sehat dan aman, tidak ada yang kena penyakit PMK,” tuturnya sambil berlalu.

Terkait blantik dan hewan ternak sapi dan kambing masih berdatangan, ditangapi kepala UPT. Pasar Disperindag Kabupaten Pasuruan Nahnu Alevi.

“Sudah dilakukan imbauan dan penjelasan. Termasuk oleh pihak muspika dan petugas pasar. Bahwa SE nya sudah turun Rabu kemarin (15/1) dan mulai berlaku Kamis ini (16/1).  Tidak bisa berbuat banyak, itu inisiatif dari pemilik ternak,” tuturnya saat ditemui koran ini di dalam kantor belakang Pasar Sukorejo kemarin (16/1) jelang siang.

Setelah disampaikan imbauan dan pengarahan, sebagian besar blantik balik atau kembali pulang. Hanya beberapa saja yang masih bertahan, berada di pasar hewan.

“Meredam gejolak dari para pedagang atau blantik, aktifitas pasar hewan tetap dibatasi di hari pertama ini. Tentunya tetap terus dipantau. Bahkan ada petugas dari dinas peternakan ikut standby,” ungkapnya. (zal/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pasar hewan #sapi #pmk #virus #kambing