PRIGEN, Radar Bromo-Jurang ampel masih jadi salah satu jalur blackspot rawan kecelakaan di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Terbaru, kecelakaan dialami rombongan siswa SMK Antartika 2 Sidoarjo.
Elf yang ditumpangi rombongan pada Kamis siang (31/10) itu, hilang kendali di jalanan menurun. Untuk menghindari hal lebih fatal, sopir Elf pilih banting setir ke kanan dan menabrak fondasi rumah warga.
“Saat kejadian persneling masuk gigi satu. Saya berusaha ngerem berungkali di jalan turunan, ternyata mengalami trobel. Langsung banting setir ke kanan dan terjadilah kecelakaan ini,” ujar sopir MPU Subagio, ditemui koran ini di TKP.
Jalur Jurang Ampel Prigen memang cukup ekstrem. Jalan yang menghubungkan ruas Trawas-Prigen itu memiliki kemiringan yang cukup tinggi.
Sejatinya, pihak kepolisian lalu lintas sudah melarang. Kendaraan dari arah Trawas yang hendak ke Prigen sudah dilarang lewat Jurang Ampel.
Kendaraan dari arah Trawas, yang mau ke arah Prigen wajib memutar lewat Gajahrejo yang jalurnya lebih landai.
Di kawasan sekitar juga sudah dipasang rambu-rambu. Namun, tetap saja masih banyak kendaraan melanggar.
Termasuk Elf yang ditumpangi rombongan siswa SMK Antartika 2 Sidoarjo itu.
“Korbannya ada empat orang pelajar dalam laka lantas ini. Keempatnya sama-sama mengalami luka ringan,” jelas Kanit Lantas Polsek Pandaan Iptu Khojin.
Kanitlantas menuturkan penyebab lakanya diduga sopir MPU-nya tidak bisa menguasai teknis kendaraannya. Sehingga menyebabkan laka lantas tunggal ini terjadi imbuhnya.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, sepanjang tahun ini sudah beberapa kali terjadi di Jurang Ampel.
Uniknya kecelakaan tunggal yang dialami rombongan SMK Antartika 2 Sidoarjo itu hampir sama dengan kecelakaan mobil travel pada 10 Juni 2024 lalu.
Kedua kendaraan yang alami hilang kendali, sama-sama jenis Isuzu Elf. Kedua kendaraan juga sama-sama hilang kendali lantaran melaju dari arah Trawas.
Yang unik, penumpang kedua kendaraan itu juga identik. Sama-sama berisi 13 penumpang.
Untungnya, dua kecelakaan itu sama-sama tak merenggut korban jiwa. Hanya ada beberapa penumpang yang alami luka-luka. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi