SUKOREJO, Radar Bromo–Ardi, 59 langsung terbangun dini hari Kamis (16/5). Ini setelah sekitar pukul 02.45, dia mendengar suara ledakan sebanyak dua kali.
Warga Dusun Betiting, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo itu juga terkejut saat keluar.
Beberapa bagian rumahnya rusak. Kaca depan rumahnya pecah. Dinding depan sebelah kanan yang terbuat dari asbes, jebol. Untungnya ledakan itu tak sampai menimbulkan korban luka-luka.
“Saat kejadian, di rumah ada lima orang sedang tidur. Tiba-tiba ada lemparan bondet dua kali, suaranya keras. Kami sekeluarga terbangun. Begitu juga dengan warga di sekitar. Sama-sama terbangun,” beber Dati, istri dari Ardi, pemilik rumah.
Setelah keluar, dia juga mendapati batu kerikil hingga serpihan kaca di lantai. Ardi sempat mencari pelakunya.
Tapi saat keluar rumah, pelaku sudah tidak ada. Dia juga tak mengetahui, ada berapa orang jumlah pelakunya.
Ardi juga tak tahu, pelaku naik apa. “Usai pelemparan bondet, tidak terdengar suara motor atau mobil kabur. Kami sekeluarga dan warga sekitar yang keluar, sudah melihat tidak ada orang,” ungkapnya.
Pagi harinya, kasun setempat melaporkan kejadian pelemparan bondet ini ke Polsek Sukorejo.
Tak lama kemudian, Unit Reskrim dari Polsek Sukorejo dan Inafis serta resmob Polres Pasuruan tiba di TKP.
Sesampainya di lokasi, tim inafis didampingi Polsek Sukorejo dan resmob langsung melakukan olah TKP.
Petugas melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), dari keluarga korban yang saat kejadian berada di TKP.
“Olah TKP langsung kami lakukan setelah ada laporan pelemparan bondet. Kasusnya ditangani Satreskrim Polres Pasuruan,” terang Kanitreskrim Polsek Sukorejo Aipda Daikhil Akbar.
Dari hasil olah TKP, ada dua titik ledakan yang berasal dari bahan peledak yang diduga bondet. Polisi mengamankan sejumlah benda atau barang, berupa pecahan kaca, batu krikil, dan tali rafia.
“Kejadian ini masih dalam lidik. Pelakunya siapa, darimana dan berapa orang, belum terungkap. Termasuk motifnya. Semuanya masih didalami,” ucap KBO Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Sunarti. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid