BEJI, Radar Bromo - Jagat media sosial di Pasuruan kini sedang heboh. Sebabnya, beberapa hari terakhir, mendadak viral munculnya foto yang diduga kelompok gangster.
Dalam foto yang viral tersebut, tampak sejumlah usia remaja dan muda dengan posisi berjejer.
Yang bikin resah, para remaja tersebut membawa senjata tajam (sajam). Bahkan menunjukkan sajam berjenis parang dan pedang seakan mengancam.
Kelompok diduga gangster ini, kabarnya seringkali mangkal dan melintas di ruas jalan kabupaten jurusan Bangil–Pandaan. Diantaranya di Desa Baujeng, Kecamatan Beji dan juga Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan.
“Sebelum coblosan pemilu, selentingan sudah terdengar dari beberapa warga di desa kami. Melintas juga mangkal di tepi jalan dan jembatan sembari membawa sajam. Namun viralnya baru beberapa hari terakhir, apalagi setelah banyak diunggah di medsos,” ucap Klis, salah satu warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji.
Ditanya akan kebenaran tentang kemunculan diduga kelompok gangster ini, dia mengaku tidak tahu. Termasuk saat ditanya apakah pernah ada yang melihat langsung.
Namun selama ini, dia sendiri belum pernah melihat. Walaupun Klis kerap melintas di ruas Beji-Pandaan saat dini hari.
“Rekaman video, atau foto-foto lainnya tidak ada. Yang ada hanya foto itu yang kini viral di medsos. Gara-gara ini, masyarakat dan pengguna jalan yang mendengar menjadi resah dan takut,” katanya.
Hal senada juga diutarakan Din, warga Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan.
Malam hari jelang dinihari, ia seringkali mengendarai motor pulang dari jalan-jalan di Pandaan ke rumahnya lewat ruas jalan ini.
Sepanjang melintas, mengaku tidak pernah menjumpai diduga kelompok gangster dimaksud tersebut.
Namun dia juga sama, hanya mendengar dari selentingan sejumlah warga lainnya mengaku pernah melihat.
“Kalau saya sering lihat, ada kelompok remaja di tepi jalan di Tudan, Desa Kemirisewu dan Tanggul, Desa Baujeng. Bukan gangster, melainkan mau balap motor liar,” bebernya.
Gara–gara foto yang viral kemunculan gangster ini, masyarakat di desanya menjadi resah.
“Jadi kalau malam hari, warga memilih tidak keluar. Karena terlanjur sudah viral, menjadi takut,” ungkapnya.
Radar Bromo berusaha menggali info dari sejumlah warga, baik dari Desa Baujeng, Kecamatan Beji dan Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan dan sekitarnya.
Termasuk mengecek kemungkinan ada rekaman CCTV atau video dan foto-foto lainnya. Warga mengaku tidak ada yang punya.
Warga kebanyakan hanya mengetahui foto yang viral di medsos tersebut. (zal/fun)
Editor : Ronald Fernando