BANGIL, Radar Bromo - Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Ho mau tak mau bakal ’menggeser’ area parkir pengunjung. Pemkab Pasuruan menyiapkan tempat baru yang sifatnya sementara.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Agus Hari Wibawa mengatakan, revitalisasi kawasan tersebut memang bertujuan untuk menggenjot kunjungan wisatawan.
Karena itu, hasil pekerjaan tersebut nantinya bukan saja menjamin kenyamanan pedagang saja. Melainkan juga pengunjung. ”Termasuk dari sisi pelayanan parkir,” kata Agus.
Ia memastikan, area parkir khusus nantinya tetap berada di kawasan pasar wisata.
Hanya saja, selama revitalisasi berlangsung pihaknya juga mesti memikirkan tempat baru untuk sementara waktu.
Sejauh ini, lokasi yang dilirik berada di sisi utara kawasan pasar wisata. Tepatnya di Desa Tawangrejo.
”Nanti melalui sistem sewa, leading sektornya tetap Disperindag,” bebernya.
Agus bahkan optimistis dengan revitalisasi pasar wisata itu akan mendongkrak kunjungan yang lebih besar.
Karena penataan kawasan lebih tertib. Termasuk area parkirnya juga diperluas. ”Tentunya akan ada penataan parkir juga disana,” katanya.
Semakin banyak pengunjung, kata Agus, juga akan memengaruhi pendapatan daerah dari sektor parkir khusus.
Karena selama ini, parkir kawasan pasar wisata tersebut termasuk salah satu obyek retribusi. Meskipun nilainya tak seberapa signifikan.
”Tapi kalau sudah tertata, tidak lagi semrawut kan otomatis proyeksi PAD juga meningkat. Apalagi dalam perencanannya akan dibuat one gate system,” bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perdagangan RI berencana merevitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo di Kecamatan Pandaan.
Ikon pasar wisata di Kabupaten Pasuruan itu, akan menjadi Pasar Tematik Wisata Cheng Hoo. Pemerintah pusat bakal menyuntikkan dana Rp 60 miliar.
Pasar tematik yang akan dibangun, nantinya tak hanya akan memadukan unsur pasar. Keberadaan Pasar Wisata Cheng Hoo akan menunjang untuk pengembangan tujuan wisata Kabupaten Pasuruan secara khusus dan Jawa Timur secara umum. Targetnya,
Targetnya, revitalisasi ini September atau paling lambat, Oktober bisa rampung. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid