Kembatan Ngipik yang menghubungkan dua desa dan dua kecamatan tersebut, roboh 14 Maret 2021 lalu. Sebenarnya pembangunan sudah dilakukan. Namun di tahap pertama baru fondasinya saja.
“Pemenang lelangnya sudah ada, survey ke lokasi yang terkini juga sudah kami lakukan Sabtu kemarin (10/6). Akhir bulan ini dijadwalkan mulai dibangun pekerjaan fisiknya,” tutur Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Fajar Cahyo Rahmanto. Dihubungi Jawa Pos Radar Bromo via telepon, Minggu (11/6).
Adapun pekerjaan fisik yang dimaksud, kata Fajar, merupakan pembangunan tahap kedua sekaligus juga finishing. Pendanaannya dari Dana Alokasi Umum (DAU) BTT bencana sekitar Rp 2,2 miliar. Dengan waktu pelaksanaan rencana tiga bulan, sampai selesai 100 persen.
“Tahun 2022 sudah dibangun tahap pertama, dari APBD sekitar Rp 510 juta. Berupa dua fondasi utama atau abutment. Dua titik, di sisi barat dan timur jembatan. Sekarang di tahun ini dilanjut tahap kedua sekaligus tahap akhir,” cetusnya.
Untuk pembangunan jembatan ini, pada tahap kedua di tahun ini akan menggunakan konstruksi balok girder beton. “Lebih kuat sekaligus tahan lama. Juga sesuai, sekaligus tepat,” katanya. (zal/fun) Editor : Ronald Fernando