Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 20.00. Dari rekaman video yang ada, tampak kalangan pemuda, melakukan aksi saling adu bogem mentah. Bahkan, dalam video berbeda, seorang pemuda, terlihat menjadi sasaran aksi pemukulan beberapa orang.
Aksi tersebut disebut-sebut terjadi di jalan Raya Kejapanan, Kecamatan Gempol. Kejadian tawuran itu, berlangsung Jumat malam (21/4).
Kapolsek Gempol, Kompol Indro Susetyo membenarkan insiden tersebut. Menurut Indro, kejadian tersebut terjadi, lantaran adanya kesalahpahaman.
Bermula dari salah satu warga yang hendak keluar gang. Namun, terjadi senggolan dengan pengendara lainnya. Hal itu memicu cekcok. Hingga, korban ES, 27, datang, untuk melerai cekcok tersebut. Namun, bukannya terlerai, malah menjadi aksi pengeroyokan.
Bahkan, ES yang merupakan warga Kejapanan, Kecamatan Gempol, menjadi sasaran pengeroyokan tersebut. "Ada kesalahpahaman. Bermula dari senggolan motor. Korban datang untuk melerai. Tapi, malah menjadi sasaran amukan," ungkap Indro.
Kasus ini, kata Kapolsek, sedang dilakukan penanganan. Antara korban dengan pelaku, sebenarnya masih satu desa. "Masih kami dalami," katanya.
Awal informasi, memang tersiar tawuran warga dengan peserta takbir keliling. "Tapi setelah kami dalami, ternyata bukan peserta takbir keliling. Karena yang lewat takbir keliling pada saat itu, warga Desa Watukosek yang sempet keluar ke jalan raya menuju Kejapanan, tapi kami halau utk kembali ke Watukosek. Sedangkan korban dan pelaku sama-sama warga Kejapanan. Jadi kesimpulan tidak ada kaitannya dengan peserta takbir keliling warga Watukosek," beber kapolsek. (one/fun)
Berita ini telah disunting untuk melengkapi informasi Editor : Fandi Armanto