Rabu, sekitar pukul 09.30, puluhan pemuda dari 13 dusun itu berbondong mendatangi pabrik kayu tersebut. Sesampai di lokasi, sebagian besar duduk-duduk dan berdiri. Beberapa orang menemui satpam. Minta diizinkan masuk untuk bertemu manajemen pabrik kayu itu.
Perangkat Desa Sumbersuko, BPD Sumbersuko, maupun pengurus BUMDes mendampingi mereka. Ada pula personel dari Koramil dan Polsek Gempol.
”Perusahaan sering membuka lowongan pekerjaan. Kami berharap untuk lowongan pekerjaan, ada prioritas bagi warga lokal,” kata Ketua Karang Taruna Sumber Karya Romli.
Selama hampir 2 jam berlangsung pertemuan dengan manajemen pabrik. Akhirnya terdapat titik temu. Setelah itu, pengurus karang taruna dan puluhan pemuda lain meninggalkan pabrik.
Manajer HRD PT SKL Linda kepada koran ini menuturkan akan menampung dulu keinginan pemuda karang taruna tersebut. Namun, hal itu akan disampaikan dulu ke pimpinan.
”Karena kami tidak bisa memutuskan,” tuturnya.
Puluhan warga desa setempat yang dirumahkan akan dipanggil dan dipekerjakan kembali oleh perusahaan. ”Tentunya sesuai dengan kebutuhan,” jelas Linda. (zal/far) Editor : Ronald Fernando