Yang kali pertama melihat kebakaran adalah sekuriti pabrik. Saat itu, sekitar pukul 20.50, Minggu malam (25/12), pabrik sedang tidak berproduksi. Libur. Api kemudian membesar. Begitu cepat. Pengguna jalan di dekat lokasi pun segera menonton. Ada yang memfoto, memvideo, maupun cuma melihat.
Sekuriti pabrik yang piket melapor ke Mapolsek Gempol. Oleh polsek setempat, laporan dilanjutkan ke pemadam kebakaran. Mobil PMK pun segera tiba di tempat kejadian. Langsung melakukan pemadaman. Ada beberapa unit dari Pemadam Kebakaran (PMK) Pemkab dan Pemkot Pasuruan. Juga Pemkab Sidoarjo. Beberapa unit truk tangki muatan air curah juga didatangkan ke TKP.
Kanitreskrim Polsek Gempol AKP Khoirul Anam mengatakan, awalnya api muncul dari gudang produksi afalan. Petugas piket sempat memadamkannya dengan apar. Kemudian dicoba menggunakan hydrant. Namun, air gagal keluar akibat kurang tekanan.
Api besar menjalar ke gudang produksi lain di dalam pabrik. Barang yang terbakar, antara lain, spon, afalan, tali sandal, dan lain-lain. Pemadaman butuh tujuh unit damkar. Mereka bekerja hingga pukul 02.00, Senin dini hari. Masing-masing terdiri dari Pemkab Pasuruan 3 unit, Pemkot Pasuruan 2 unit, dan Pemkab Sidoarjo 2 unit.
”Penyebab kebakarannya masih kami selidiki,” ungkapnya. (zal/far)
Editor : Muhammad Fahmi