Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lima Jam Padamkan Kebakaran di Pabrik Sandal Evarindo Mega Makmur Gempol

Muhammad Fahmi • Selasa, 27 Desember 2022 | 04:35 WIB
Petugas saat memadamkan kobarna api di pabrik sandal Evarindo di Ngerong, Gempol.
Petugas saat memadamkan kobarna api di pabrik sandal Evarindo di Ngerong, Gempol.
GEMPOL, Radar Bromo - Hampir 5 jam petugas pemadam kebakaran (PMK) berjuang menaklukkan si jago merah. Api berkobar-kobar di pabrik alas kaki PT Evarindo Mega Makmur, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol. Bahan-bahan dari plastik dilalap api. Sulit dipadamkan.

Yang kali pertama melihat kebakaran adalah sekuriti pabrik. Saat itu, sekitar pukul 20.50, Minggu malam (25/12), pabrik sedang tidak berproduksi. Libur. Api kemudian membesar. Begitu cepat. Pengguna jalan di dekat lokasi pun segera menonton. Ada yang memfoto, memvideo, maupun cuma melihat.

Sekuriti pabrik yang piket melapor ke Mapolsek Gempol. Oleh polsek setempat, laporan dilanjutkan ke pemadam kebakaran. Mobil PMK pun segera tiba di tempat kejadian. Langsung melakukan pemadaman. Ada beberapa unit dari Pemadam Kebakaran (PMK) Pemkab dan Pemkot Pasuruan. Juga Pemkab Sidoarjo. Beberapa unit truk tangki muatan air curah juga didatangkan ke TKP.

Kanitreskrim Polsek Gempol AKP Khoirul Anam mengatakan, awalnya api muncul dari gudang produksi afalan. Petugas piket sempat memadamkannya dengan apar. Kemudian dicoba menggunakan hydrant. Namun, air gagal keluar akibat kurang tekanan.

Api besar menjalar ke gudang produksi lain di dalam pabrik. Barang yang terbakar, antara lain, spon, afalan, tali sandal, dan lain-lain. Pemadaman butuh tujuh unit damkar. Mereka bekerja hingga pukul 02.00, Senin dini hari. Masing-masing terdiri dari Pemkab Pasuruan 3 unit, Pemkot Pasuruan 2 unit, dan Pemkab Sidoarjo 2 unit.

”Penyebab kebakarannya masih kami selidiki,” ungkapnya. (zal/far)

 

  Editor : Muhammad Fahmi
#kebakaran pasuruan