Pohon cemara jenis pua pua paling disukai untuk pohon Natal. Bentuk batangnya menjulang ke atas mirip tanduk. Warnanya pun cerah. Selain tumbuh liar, cemara pua pua ini juga dibudidayakan.
”Pesanan cemara saat ini meningkat hingga 60 persen. Mulai awal Desember hingga mendekati Natal,” ungkap Wardowo, yang membudidayakan cemara pua pua di kawasan Ledug, Kecamatan Prigen.
Di kecamatan yang terkenal sebagai tempat wisata itu, banyak petani yang menanam cemar pua pua. Luas lahan mereka mencapai sekitar 20 hektare. Masing-masing membentang di kawasan Genengan, Tulang, dan Ledug sendiri.
Karena itu, ketika banyak pesanan, mereka punya cukup pohon untuk dikirim. Sebab, pesanan cemara pua pua datang dari luar kota, bahkan luar pulau. Tidak hanya dari kawasan Pasuruan atau Jawa Timur.
”Para pemesan banyak dari Bali, Lombok, dan Kalimantan. Juga dari Jakarta, Semarang, dan lain-lain,” ucapnya sambil memegangi cemara yang ditanamnya.
Pohon cemara yang dipesan rata-rata setinggi 2 meter atau lebih. Harganya mulai Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribu. Bergantung bentuk dan ukuran pohon cemaranya. ”Ini menjadi tren setiap tahun di bulan Desember,” imbuh Wardowo. (zal/far) Editor : Ronald Fernando