Sementara makananya hanya aneka mi instan dan camilan atau makanan ringan. Untuk nasi, ada pecel, nasi goreng, dan rawon.
Namun, sejumlah pengunjung yang berbincang dengan wartawan Jawa Pos Radar Bromo mengaku betah dan nyaman. Tidak heran, hampir tiap malam selalu ada pengunjung yang datang.
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/21/11/2022/diiming-imingi-gaji-rp-25-juta-jadi-purel-warkop-dijual-jadi-psk-di-tretes/
Bahkan, saat weekend atau Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung meningkat dibanding hari biasa. Para pengunjung yang datang ke warkop mayoritas kaum adam. Laki-laki mulai dari remaja, pemuda, hingga dewasa. Bahkan, orang tua ada. Mereka ini rata-rata pelanggan tetap.
“Saya kalau ada waktu luang, sama satu dua teman ngopinya ya ke sini. Sepekan bisa sekali sampai tiga kali di sini. Biasanya paling lama dua jam di sini. Sekadar minum kopi dan nyemil makanan ringan sambil ngobrol. Sesekali nyanyi kalau pas mood,” terang Juned, 25, asal Gempol.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pandaan/21/11/2022/ini-peran-5-terduga-perdagangan-manusia-modus-warkop-di-gempol/
Menurutnya, ke warkop di Ruko Gempol 9 memang menjadi salah satu jujukan dia dan teman-temannya untuk nongkrong. Sebab, tempatnya terjangkau, parkirnya luas dan aman. Selain itu, suasananya nyaman serta asyik.
“Daripada jauh-jauh ke tempat lain, mendingan ngopi ke sini saja. Enak dan ramai. Jadinya betah dan nyaman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Hudi, 46, pria asal Desa Bulusari, Kecamatan Gempol. Dia pun sudah sering datang dan ngopi ke warkop di Ruko Gempol 9.
“Harga minuman dan makanannya tidak mahal. Saya ke sini biasanya untuk melepas penat biar tidak stres,” bebernya.
Hudi bahkan sering berkaraoke live sambil ditemani pramusaji. Tarif rata-rata live karaoke Rp 25 ribu untuk lima lagu. Tarif itu menurutnya wajar.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pasuruan/20/11/2022/dugaan-sindikat-perdagangan-manusia-di-gempol-digerebek-sebulan-beroperasi/
“Kalau karaoke khusus, mahal tarifnya. Di sini dulu tiga lagu Rp 10 ribu, sekarang Rp 25 ribu untuk lima lagu. Ya sekadar untuk hiburan saja,” tuturnya tersenyum.
Diketahui, Ruko Gempol 9 di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan mendadak jadi sorotan. Tepatnya setelah tim gabungan Jatanras dan Renakta Polda Jatim menggerebek sebuah warung kopi (warkop) di ruko ini karena diduga dijadikan tempat perdagangan manusia. (rizal syatori/hn) Editor : Jawanto Arifin