Sedangkan enam lapak lain masih kosong. Bahkan, beberapa di antaranya malah ditempati gelandangan untuk tidur dan menyimpan barang.
“Kalau dua lapak sudah ditempati berjualan, mestinya lapak yang lain juga sama. Kalau kosong begini kan kesannya mangkrak,” ucap Rudi, seorang warga Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan.
Plt Kepala UPT Pasar Bekti Utoma menjelaskan, sebelum delapan lapak baru dibangun seperti sekarang, sudah ada lapak lama di lokasi itu. Jumlahnya empat unit, berbentuk bangunan semipermanen dari kayu.
Agar lebih rapi, bangunan lapak yang lama dibongkar tahun ini dan dibangun delapan lapak baru. Bentuknya juga semipermanen dan dibangun dengan anggaran total Rp 135 juta dari APBD Kabupaten Pasuruan.
“Calon penghuni lapak sudah ada kok. Nanti mereka juga berjualan di sana. Tinggal nunggu waktu saja. Jadi dak akan sampai mangkrak,” terangnya. (zal/hn) Editor : Ronald Fernando