Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jamaah Haji asal Wedoro Pandaan Wafat

Muhammad Fahmi • Sabtu, 16 Juli 2022 | 03:47 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
PANDAAN, Radar Bromo - Kabar duka datang dari Makkah. Seorang jamaah haji asal Kabupaten Pasuruan dikabarkan meninggal kemarin atau pukul 10.15 waktu Arab Saudi. Jamaah itu bernama Watiah Binti Saim, 51, warga Dusun Wedoroh RT 01/RW 01, Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabuapten pasuruan. Almarhumah sakit.

”Meninggalnya di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI),” kata Ketua Kloter 17 Moh. Wahib saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo via telepon kemarin.

Watiah berangkat dengan Kloter 17 Surabaya dari Asrama Haji Sukolilo pada 16 Juni. Menurut Wahib, dari KKHI, jenazah almarhumah kemudian dimakamkan di pemakaman Syaore, Makkah, Saudi Arabia. ”Sejak dari tanah air termasuk dalam jamaah risiko tinggi, dalam pengawasan dokter,” jelasnya.

Kabar duka meninggalnya jamaah haji asal Pandaan ini dibenarkan oleh Kades Wedoroh Jupri. ”Perwakilan dari Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan sore hari datang ke rumah duka,” katanya.

Berangkat haji tahun ini, lanjut Jupri, Watiah tidak sendirian. Dia bersama suaminya, Khoirul. Selama ini, keduanya bekerja sebagai karyawan salah satu pabrik.

Sementara itu, Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan mulai mempersiapkan kepulangam jamaah haji. Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan Syaihul Hadi mengatakan, tengah berfokus pada penyambutan kepulangan jamaah haji. Beberapa persiapan teknis tengah dibahas.

"Sebentar lagi sudah pulang. Untuk jamaah haji, nanti ada tiga tahap kepulangan," katanya.

Seperti halnya pemberangkatan, juga ada tiga kloter kepulangan. Kloter pertama pulang pada 24 Juli, kedua pada 27 Juli, dan ketiga 28 Juli. Nantinya, titik kepulangan jamaah haji tersebut berada di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing.

Bagaimana yang berangkat tidak melalui KBIH? Syaihul menegaskan, memang ada beberapa jamaah yang tidak melalui KBIH. Karena itu, kepulangan mereka langsung dengan penjemputan di bandara. Tetapi, tentu, ada serangkaian pengecekan yang dilakukan oleh Kemenag Jatim.

”Jamaah yang pulang juga ada prosedur pengecekannya. Kesehatan dan barang bawaan dicek. Karena masih pandemi, mereka akan dites PCR lagi sebelum pulang,” ungkapnya.

Untuk yang hasil PCR-nya positif, mereka diwajibkan karantina mandiri di daerah masing-masing. Karena itu, Kemenag berencana melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Tujuannya, menyiapkan tempat karantina bagi jamaah yang positif. (sid/far)

 

 

  Editor : Muhammad Fahmi
#haji 2022 #jamaah haji pasuruan