Adanya blantik yang berjualan itu salah satunya di pasar hewan di Pasar Pandaan. Pasar yang bukan sepekan dua kali tiap Sabtu dan Senin itu, mulai terlihat ada aktivitas jual-beli. Meski pengunjung dan pembelinya tak ramai. Para blantik rupanya mencari keuntungan jelang Idul Adha. Apalagi pasar hewan dibuka hanya hingga 12 Juli mendatang.
Seperti yang terpantau Jawa Pos Radar Bromo Selasa (4/7), saat datang langsung ke lokasi sekaligus melihat dari dekat aktivitas pasar hewan di Pasar Pandaan. Rata-rata blantik yang berjualan tetap yakin, meski situasi wabah PMK belum mereda.
“Dua kali dibuka, pengunjung atau pembelinya sepi. Lalu, penjual ternaknya juga minim sekali. Yang jualan hanya sebagian kecil saja,” ucap kepala Pasar Pandaan Sugiman Budi Santoso.
Budi mengaku, saat pasar hewan buka, hewan ternak yang dijual hanya kambing saja. Untuk sapi sangat jarang. Terlebih selama dua kali buka di tengah PMK ini.
“Tidak ada blantik yang bawa sapi, takut hewannya tertular. Kalaupun ada, hanya sebentar dan itupun masih tetap di atas pikap atau tidak diturunkan,” katanya.
Sebelum pasar hewan dibuka, lebih dulu pagi harinya disemprot dengan disinfektan. Cairan ini juga disemprotkan ke kendaraan pengangkut ternak yang datang dan keluar, baik pikap maupun truk.
Selain staf dari pasar daerah, petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan juga ada, Termasuk dokter hewan yang ikut memantau dan memeriksa hewan ternak. Mereka siaga selama ada aktivitas di pasar hewan.
“Hewan ternak yang dijual ini semuanya sehat. Karena sebelumnya telah diperiksa oleh petugas dan juga dokter hewan,” tegasnya.
Salah seorang blantik di pasar hewan dalam Pasar Pandaan, Anwar, 60, membenarkan jika hewan ternak yang dijual di pasar hewan ini mayoritas kambing. Untuk sapi, kata Anwar, jarang sekali.
“Pemilik sapi masih takut membawa sapinya ke pasar hewan. Jadi banyak pembeli yang datang langsung ke rumah atau kandangnya,” bebernya. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin