Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Karangrejo Geruduk PT ATI di Gempol, Protes Kebijakan Perusahaan

Jawanto Arifin • Kamis, 19 Mei 2022 | 09:45 WIB
TUNTUT KEBIJAKAN: Unjuk rasa warga Desa Karangrejo di halaman PT ATI Rabu (18/5) pagi. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
TUNTUT KEBIJAKAN: Unjuk rasa warga Desa Karangrejo di halaman PT ATI Rabu (18/5) pagi. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
GEMPOL, Radar Bromo - Matahari begitu menyengat. Ratusan warga Dusun Ngetal, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, tetap bergeming. Sambil berteduh di bawah terpal, mereka menyemangati warga lain yang tengah berorasi. Polisi bersiaga di dalam dan luar PT Aneka Tuna Indonesia (ATI).

Warga berunjuk rasa sejak Rabu pagi (18/5). Mereka berasal dari sebelas dusun di Desa Karangrejo. Berbondong-bondong ratusan orang itu datang ke halaman PT ATI. Ada yang jalan kaki maupun naik motor. Ada pula yang membawa mobil lengkap dengan pengeras suara. Bahkan, ratusan poster sudah ditenteng sejak dari rumah. Mereka siap memprotes kebijakan pabrik tersebut.

Photo
Photo
BANYAK: Selama beraksi, warga membentangkan poster berisi beragam tuntutan. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Photo
Photo
STAND BY: Personel kepolisian yang berjaga di lokasi PT ATI Rabu (18/5) pagi. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

”Sebelum unjuk rasa ini, kami sudah berkali-kali berunding dengan manajemen. Mulai Maret sampai April. Belum ada titik temu,” tegas Ari Kurniawan, ketua korlap aksi.

Pria yang juga Kepala Dusun Bangkok itu menjelaskan latar belakang mengapa warga demo. Misalnya, ada karyawan kontrak dari warga Desa Karangrejo dipindahkan ke outsourcing. Jumlahnya 150-an orang. Padahal, mereka sudah bekerja 4 sampai 8 tahun di PT ATI.



”Mestinya, dua kali perpanjangan kontrak harus jadi karyawan tetap. Ini malah pindah dari kontrak ke outsourcing,” ungkapnya.

Masalah lain, lanjut Ari, banyak warga Desa Karangrejo yang dirumahkan dan tidak bekerja lagi. Sejak 2021, total ada 60-an orang. Tapi, perusahaan ternyata merekrut karyawan lagi dari luar Desa Karangrejo. ”Mestinya warga yang dirumahkan dipekerjakan kembali,” tuturnya.

Di sela-sela unjuk rasa, beberapa perwakilan warga terlihat masuk ke kantor pabrik. Berunding dengan manajemen PT ATI. Ada juga petugas dari Disnaker Provinsi Jatim dan Kabupaten Pasuruan.

Siang, sekitar pukul 13.00, unjuk rasa bubar. Kabarnya, beberapa poin disepakati oleh perwakilan warga dan manajemen PT ATI. Salah satunya, warga yang dirumahkan akan direkrut kembali secara bertahap. Terkait outsourcing, karyawan kontrak akan diangkat sambil menunggu proses dari Disnaker.

Jawa Pos Radar Bromo berusaha menghubungi Edi, humas PT ATI. Namun, hingga berita ini ditulis, tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan. Telepon juga tidak direspons sama sekali.

Di antara massa unjuk rasa, terlihat ratusan personel keamanan berjaga di dalam dan sekitar pabrik. Ada pula kendaraan water cannon. ”Personel kami siagakan untuk pengamanan berjumlah 500 orang. Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Alhamdulillah aman dan tertib,” ucap Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin
#pt aneka tuna indonesia #pabrik pengolahan tuna #warga protes perusahaan