Jasad Alim Astutik, 48, korban tertimbun longsor dan terseret arus. Warga Dusun Kletak, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur itu ditemukan berada tepi sungai Coban Waru, Dusun Taman, Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur. “Saat ditemukan warga, jasad korban tersangkut di pohon pinus di aliran Sungai Coban Waru. Berjarak sekitar lima kilometer, dengan TKP kejadian longsornya,” terang Kapolsek Nongkojajar AKP. Kusmani.
Mengetahui jasad korban tanah longsor diketemukan, warga langsung melaporkan ke Mapolsek Nongkojajar. Tak lama kemudian, keluarga korban beserta Pemdes Ngadirejo datang ke TKP korban ditemukan. Setelah dikroscek dan dilihat langsung dari dekat, jenazah dipastikan Alim Astutik.
Dari Sungai Coban Biru, tempat jasad korban ditemukan, petugas mengevakuasi memakai mobil ambulans. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Nongkojajar untuk visum luar. Pada jasad korban, didapati luka lebam di dahi terbentur batu. Kemudian kaki terbentur pohon dan punggungnya tertusuk kayu.
Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka. Sekitar pukul 10.00 pagi, dimakamkan di TPU dusun setempat.
“Keluarga korban tidak menghendaki dilakukan visum, dengan alasan meninggalnya karena hanyut banjir setelah tertimpa tanah longsor. Dari puskesmas langsung dibawa ke rumah duka, kemudian dimakamkan,” katanya.
Kejadian tanah longsor tersebut, korbannya ada tiga orang. Selain Alim Astutik, dua lainnya Tamun, 44, suami korban tewas dan Takim, 45, warga yang sama. Baik Tamun dan Takim, keduanya selamat. (zal/fun) Editor : Fandi Armanto