Saat hilang, Alim Astutik sedang berteduh. Dia tak mampu menyelamatkan diri dan belum ditemukan hingga berita ini ditulis Minggu (6/2) malam.
Korban sendiri sebelum longsor sedang berada di hutan Pusung Wariyah, wilayah Perhutani. Lokasinya di Dusun Kletak, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Dia menggarap ladang tanaman kentang bersama suaminya, Tamun, 44 dan seorang tetangganya, Takim.
Sejak pagi mereka bekerja di ladang. Lalu sekitar pukul 14.00, hujat lebat turun disertai petir. Ketiganya pun berteduh di sebuah gubuk, tidak jauh dari ladang kentang.
Namun, tiba-tiba tebing di atas mereka longsor. Material longsor pun ambruk menimpa gubuk tersebut. Tamun dan Takim selamat. Namun, Alim Astutik belum ditemukan.
“Kami menduga Alim Astutik terbawah tanah longsor sehingga belum diketemukan," terang Kapolsek Nongkojajar AKP Kusmani.
Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar langsung mencari korban. Mereka juga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Nongkojajar.
"Korban yang selamat dibawa pulang. Pencarian kami hentikan sampai petang. Pagi (7/2) akan kami lanjutkan, karena medan yang curam dan gelap serta cuaca masih hujan," tegasnya.
Senin pagi (7/2), menurutnya, Polsek bersama Koramil setempat akan mencari. Dibantu BPBD Kabupaten Pasuruan, serta tim SAR dan warga setempat. (zal/hn) Editor : Fandi Armanto