Warga sekitar pun langsung membawa korban ke rumahnya, tidak jauh dari kolam pancing itu. Namun, nyawanya tak bisa diselamatkan. Pelajar kelas III sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini meninggal.
Kejadian memilukan tersebut diketahui Senin (27/9) sekitar pukul 10.00. Saat itu, Knl (inisial) sang ibu mencari korban ke sejumlah tempat di sekitar rumah mereka. Namun, Indra tidak juga ditemukan.
Dia lantas bertemu Sadeli, 43, tetangganya. Sadeli pun membantu mencari korban ke kolam pancing yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.
“Saya ketemu Yuk Knl, rupanya dia sedang mencari anaknya. Katanya sudah dicari kemana-mana nggak ketemu. Kemudian saya bantu mencari ke kolam pancing,” tutur Sadeli.
Begitu masuk ke kolam pancing, Sadeli melihat sebuah sandal anak-anak di tepi kolam. Dia pun langsung mengambil sandal itu dan ditunjukkan pada Knl. Ternyata sandal itu diidentifikasi milik korban.
Karena curiga, Sadeli mengajak seorang warga yang lain masuk ke kolam. Mereka berdua lantas menceburkan diri ke kolam sedalam 1,5 meter itu.
Keduanya meraba-raba dasar kolam dengan kaki mereka. Hingga akhirnya, kaki Sadeli membentur sesuatu. Dia pun langsung menyelam untuk mengetahui benda yang mengenai kakinya itu.
Ternyata, benda yang mengenai kakinya adalah tubuh korban. Sadeli pun menarik tubuh korban dan mengeluarkannya dari dasar kolam.
“Saya bersama seorang warga masuk ke dalam kolam dan berhasil menemukan korban tenggelam di dasar kolam,” katanya.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung mengevakuasi korban ke tepian kolam. Kemudian, tubuh korban dibawa ke rumah duka yang jaraknya sekitar 40 meter dari kolam. Sebagian warga lantas melaporkan kejadian tersebut ke Pemdes Jerukpurut dan Polsek Gempol.
“Kolam pancing itu saat kejadian sebenarnya tutup. Saat kami temukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa,” kata Sadeli.
Tak lama berselang, petugas Polsek Gempol tiba di lokasi kejadian didampingi staf dari Pemdes Jerukpurut. Petugas langsung ke TKP dan mengecek lokasi kolam pancing.
Mereka juga meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Dilanjutkan dengan memasang police line di kolam pancing itu.
Dari TKP, baru petugas mendatangi rumah duka dan melakukan pemeriksaan luar pada jenazah korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Petugas kemudian membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk divisum dan diotopsi. Namun, orang tua korban, menolak visum dan otopsi untuk anak mereka.
“Korban meninggal murni karena tenggelam di kolam pancing. Saat luar tidak kami temukan bekas atau tanda kekerasan pada tubuhnya. Sementara pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah. Mereka menolak tubuh korban divisum atau diotopsi,” ungkap Kapolsek Gempol Kompol Kamran. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi