Gapura itu terlihat jelas, sebagian plafonnya jebol. Begitu juga dengan tulisan selama datang dan selamat jalan sudah lenyap. Catnya juga sudah kusam.
Kondisi gapura yang tak terawat ini mendapatkan perhatian dari warga. Salah satunya warga Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Irvan, 34. “Seharusnya bagus, terawat karena keberadaannya di jalur wisata. Bukan malah jelek dan tak terawat seperti sekarang. Seyogianya dicat dan diperbaiki. Plafonnya juga sudah jebol,” ujarnya. Menurutnya, sudah lama gapura ini terlihat tidak terawat. Lebih dari setahun dan kini semakin parah.
Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka mengatakan, gapura itu dulunya dibangun dari program CSR salah satu perusahaan rokok di Kabupaten Pasuruan. Sama dengan dua gapura lainnya di wilayah Prigen. Yakni, di Desa Gambiran dan Kelurahan Pecalukan. Keberadaannya sebagai penanda memasuki kawasan wisata Tretes.
“Kalau melihat kondisinya seperti sekarang sudah saatnya memasuki masa pemeliharaan. Memperbaiki plafon yang jebol, tulisan yang lepas, dan pengecatan. Ini kami koordinasikan dulu dengan OPD terkait. Mengingat sebagian anggaran kena refocusing,” ujarnya. (zal/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin