“Adanya pandemi korona seperti sekarang ini retribusi pasar daerah tidak bisa maksimal. Di masing-masing pasar daerah turun hingga 15,7 persen,” ujar Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Kabupaten Pasuruan Gatot Sutanto.
Pria asal Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, tersebut menuturkan, turunnya pendapatan dari retribusi pasar daerah selama dua bulan terakhir dikarenakan pengunjung pasar berkurang. Jumlahnya jauh menurun dibanding sebelum adanya pandemi Covid-19.
Karena jumlah konsumen berkurang, jumlah pedagang yang menempati kios, lapak, dan los juga berkurang. Tidak semua pedagang membuka lapaknya untuk mengais rezeki. Bahkan, rata-rata setiap harinya hampir separo pedagang yang tidak berjualan. Padahal, jam operasional pasar tetap normal seperti biasa. “Bagi kami, kondisi seperti ini wajar dan tak bisa dihindari. Prediksinya akan tetap sama selama masa pandemi,” ujarnya.
Sementara itu, untuk target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar daerah tahun ini, kata Gatot, mencapai Rp 3,4 miliar. Memasuki triwulan kedua, sudah terealisasi sekitar Rp 1,5 miliar. “Target PAD setahunnya masih tetap. Sejauh ini belum ada perubahan,” ujarnya. (zal/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin