Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pasar Daerah di Kab Pasuruan Terimbas Korona, Retribusi Turun hingga 15,7 Persen

Jawanto Arifin • Jumat, 29 Mei 2020 | 21:00 WIB
POTENSIAL: Suasana Pasar Pandaan saat pagi. Sejumlah pasar daerah di Kabupaten Pasuruan menjadi sumber pemasukan. (Foto: Dok. Radar Bromo)
POTENSIAL: Suasana Pasar Pandaan saat pagi. Sejumlah pasar daerah di Kabupaten Pasuruan menjadi sumber pemasukan. (Foto: Dok. Radar Bromo)
PANDAAN, Radar Bromo - Selama pandemi Covid-19, sejumlah 14 pasar daerah di Kabupaten Pasuruan masih beroperasi secara normal. Namun, adanya wabah asal Wuhan, Tiongkok, itu membuat pendapatan dari daerah dari retribusi pasar daerah merosot.

“Adanya pandemi korona seperti sekarang ini retribusi pasar daerah tidak bisa maksimal. Di masing-masing pasar daerah turun hingga 15,7 persen,” ujar Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Kabupaten Pasuruan Gatot Sutanto.

Pria asal Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, tersebut menuturkan, turunnya pendapatan dari retribusi pasar daerah selama dua bulan terakhir dikarenakan pengunjung pasar berkurang. Jumlahnya jauh menurun dibanding sebelum adanya pandemi Covid-19.

Karena jumlah konsumen berkurang, jumlah pedagang yang menempati kios, lapak, dan los juga berkurang. Tidak semua pedagang membuka lapaknya untuk mengais rezeki. Bahkan, rata-rata setiap harinya hampir separo pedagang yang tidak berjualan. Padahal, jam operasional pasar tetap normal seperti biasa. “Bagi kami, kondisi seperti ini wajar dan tak bisa dihindari. Prediksinya akan tetap sama selama masa pandemi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar daerah tahun ini, kata Gatot, mencapai Rp 3,4 miliar. Memasuki triwulan kedua, sudah terealisasi sekitar Rp 1,5 miliar. “Target PAD setahunnya masih tetap. Sejauh ini belum ada perubahan,” ujarnya. (zal/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin
#pasar kabupaten pasuruan #pasar terimbas korona