---------------
Ruas jalan di kawasan Taman Dayu, Pandaan, yang rindang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Sejuknya kawasan jalan sepanjang sekitar tiga kilometer menuju padang golf itu, menjadi tempat yang nyaman untuk ngabuburit dan berolahraga.
Tak hanya muda-mudi, banyak orang tua yang juga membawa anak-anaknya untuk ngabuburit di kawasan ini. Begitu juga dengan warga lanjut usia (lansia). Terutama, ketika akhir pekan atau libur nasional. Namun itu dulu, kini aktivitas serupa tidak bisa dilakukan.
“Kawasan Taman Dayu sekarang menjadi area physical distancing. Semua pengunjung yang masuk wajib memakai masker, jika tidak kami suruh balik. Di depan sudah di-screening selama 24 jam nonstop,” ujar Kepala Sekuriti Taman Dayu Kusnoto.
Karena menjadi area physical distancing, maka warga yang biasa berolahraga, seperti jogging di kawasan ini dilarang. Begitu juga dengan kerumunan pengendara motor dan mobil yang biasanya ngabuburit. Bila nekat dan ketahuan petugas keaman yang sedang patroli, mereka akan langsung dibubarkan.
“Saat ini lebih baik kalau olahraga mending di rumah saja. Di kawasan ini untuk sementara tidak diperbolehkan. Demi kebaikan bersama dalam memutus mata rantai penularan virus korona,” ujar Kusnoto.
Dilarang berolahraga dan ngabuburit di kawasan Taman Dayu, membuat sejumlah warga harus mencari tempat alternatif. Akhirnya, ada yang memilih mengitari kampung halaman sampai hanya berdiam diri di rumah.
“Hampir setiap hari saat pagi saya bersama rekan-rekan jogging di Taman Dayu. Adanya pandemi korona seperti sekarang, kami pindah ke tempat lain. Memilih rute jalan kampung,” ujar warga Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Diro Marangdhika.
Meski rute jogging di jalan kampung juga banyak pepohonan, menurut pria 68 tahun itu, masih lebih nyaman di Taman Dayu. Di sana, pihaknya bisa berlama-lama karena udaranya sejuk. “Pastilah lebih enak berolahraga di Taman Dayu, apalagi jogging untuk orang tua seperti saya. Selain rindang dan sejuk, track dan panoramanya juga bagus,” ujarnya.
Hal senada diutarakan Abdul Syukur, 62. Pensiunan pegawai negeri sipil ini mengaku mengurangi aktivitas jogging-nya setelah Taman Dayu menerapkan physical distancing. Namun, tetap berolahraga di sekitar kediamannya.
“Jogging tetap, tapi intensitasnya dikurangi karena puasa. Juga karena tempat favorit saya di Taman Dayu, saat ini tidak diperbolehkan. Paling sore hari keliling kampung sekitaran rumah,” ujar warga Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, ini. (rizal fahmi syatori/rud) Editor : Jawanto Arifin