Jalan itu ambrol imbas rusaknya plengsengan di tepi sungai yang lumayan dalam. Kondisi plengsengan itu mengalami retak yang cukup parah di Dusun Suru, Desa Curahrejo.
Ruas jalan kabupaten itu ambrol diduga pada Kamis (9/4) malam. Namun, baru diketahui warga sekitar pada Jumat (10/4) pagi. “Kamis malam di desa kami hujan lebat. Diduga tergerus air hujan, plengsengan tepi sungai di Dusun Suru mengalami keretakan. Sehingga, paving jalan kabupaten pun ambrol dan menciptakan lubang besar,” jelas Kades Curahrejo Jamil.
Sang Kades menerangkan, agar tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas, warga setempat pun memberi penanda. Yakni dengan tumpukan paving dan diberi tongkat kayu yang dibungkus kresek.
Meski ruas jalan paving yang ambrol itu hampir separo jalan, namun ruas jalan setempat tetap bisa dilewati. Namun, untuk kendaraan roda empat, harus bergantian.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, plengsengan yang retak itu tingginya mencapai sekitar empat meteran. sementara paving jalan yang ambrol, lebarnya sekitar 2 meter dengan panjang sekitar hampir tiga meter.
“Plengsengan di tepi sungai yang retak itu, setahu kami dibangun 2013 lalu. Sedangkan ruas jalan paving yang ambrol itu baru dibangun tahun kemarin. Atas kejadian ini, kami berharap instansi terkait turun ke lapangan sekaligus memperbaikinya,” harap Jamil.
Sementara itu, kondisi tersebut pun sudah diketahui Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan. “Rencananya, besok (hari ini, 13/4) disurvei oleh tim teknis. Kami juga mengupayakan segera perbaikannya. Kejadian ini karena faktor alam,” tegasnya. (zal/mie) Editor : Jawanto Arifin