Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo saat weekend kemarin, kemacetan terpantau mulai pagi hingga sore hari. Kemacetan terpantau hingga 3-4 kilometer untuk kendaraan yang melaju dari arah Pandaan ke Prigen. Sementara, dari arah Prigen ke Pandaan hanya 1-1,5 kilometer.
“Penyebab macetnya jalur wisata Tretes ini tetap sama dengan saat weekend di pekan-pekan sebelumnya. Yakni, imbas dari operasional wisata Cimory (di Kelurahan/Kecamatan Prigen). Tapi, akhir pekan ini sedikit lebih lancar dari dua pekan sebelumnya,” jelas Kapolsek Prigen Iptu Slamet Wahyudi.
Agar arus lalin tetap bisa berjalan normal, pihak kepolisian sudah menempatkan sedikitnya lima personel standby di sekitar Cimory. Selain itu, juga dibantu dari Unit Lantas Polsek Pandaan serta Turjawali Satlantas Polres Pasuruan.
Petugas juga mengarahkan agar kendaraan memutar melintas di sejumlah ruas jalan alternatif. Yakni, lewat Ketan Ireng dan Ledug. Serta Sekarjoho dan Lumbangrejo, Kecamatan Prigen. Agar arus lalu lintas tidak menumpuk di jalur utama. Baik dari Pandaan ke Prigen dan sebaliknya.
“Kendala utamanya adalah terbatasnya lahan parkir, pengunjung yang datang tidak sebanding dengan kendaraan yang datang. Utamanya untuk mobil, minibus, dan bus. Dalam waktu dekat segera kami koordinasi lagi dengan pihak terkait, juga Cimory,” bebernya.
Sementara itu, Sofyan, HRD Cimory saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo mengaku, jumlah pengunjung yang membeludak saat weekend tidak bisa dihindari. “Untuk hari biasa, normal dan tak sampai macet panjang. Membeludaknya pengunjung sekaligus arus lalin menjadi macet hanya dijumpai saat weekend saja,” katanya.
Saat disinggung keterbatasan lahan parkir yang tersedia. Terutama untuk mobil, minibus, dan bus, pihak Cimory mengaku, sejatinya sudah menyiapkan lahan tambahan di dalam lokasi wisata Cimory. Namun, sejauh ini belum bisa difungsikan secara maksimal.
“Daya tampung parkir di tempat kami untuk minibus dan bus masing-masing 10 unit. Sedangkan mobil pribadi bisa sampai dengan 300 kendaraan. Begitu juga motor, mampu menampung hingga ratusan unit,” kata Sofyan.
“Untuk alternatif lokasi parkir lain, terus kami koordinasikan dengan instansi terkait. Termasuk LPM dan Karang Taruna Kelurahan Prigen,” tuturnya. (zal/mie) Editor : Jawanto Arifin