Jalur pendakian Welirang-Arjuno hampir sepekan terakhir ditutup sementara. Penutupan dilakukan terhitung sejak Kamis (29/8), usai terjadinya insiden kebakaran hutan di lereng Gunung Welirang, Kelurahan/Kecamatan Pandaan. Terakhir, membakar ratusan hektare lahan.
Hanya saja Tahura memastikan, hutan kini telah kondusif. Ini ditegaskan langsung Agung Budi Utomo, Kepala Resort 3 Tahura R. Soerjo di Pasuruan, saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo pagi kemarin.
“Saat ini di puncak gunung dan lerengnya sudah kondusif dari kebakaran hutan. Sehingga jalur pendakiannya diputuskan kembali beroperasi atau dibuka untuk umum,” tuturnya via telepon.
Jalur pendakian dibuka lagi, berlaku di semua pos izin pendakian wilayah Tahura R. Soerjo. Mulai dari di Tretes, Prigen dan Tambaksari, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Selain itu, juga di Lawang, Kabupaten Malang dan Sumber Brantas, Kota Batu.
“Di hari pertama buka atau beroperasi lagi, pos izin pendakiannya masih sepi pengunjung atau pendaki berdatangan. Banyak yang belum tahu, karena sudah sepekan lho ditutup sementara selama ini,” bebernya.
Jika ada pendaki yang datang, petugas dari UPT Tahura R. Soerjo selaku instansi yang berwenang sekaligus pengelola di lapangan, tetap memantau. Petugas pos izin pendakian akan mengimbau para pendaki lebih berhati-hati. Karena kasus kebakaran hutan dirasa rawan, menginggat saat ini masih musim kemarau.
“Setiap saat rentan terjadinya kebakaran,” ujarnya. (zal/fun) Editor : Fandi Armanto