Tahun ini, PAD TCW ditargetkan Rp 270 juta. Dan, sampai saat ini realisasinya sudah melebihi target. Yakni, mencapai Rp 400 juta. Nilai ini dipastikan masih akan bertambah. Mengingat akhir tahun masih tinggal beberapa hari lagi.
Dian Wahyu Wibisono, kasubag UPT Pengembangan Ekonomi Kreatif Disbudpar Pemprov Jatim mengatakan, sejak tiga tahun lalu, kewenangan pengelolaan TCW diambil alih Dibudpar Pemprov Jatim. Sejak saat itu pula, TCW terus dibenahi.
Pembenahan dilakukan menyeluruh. Mulai sarana prasarana sampai fasilitas yang dimiliki. Seperti dari ruang pertemuan, amphitheater, penginapan, dan lain sebagainya.
Semua pemasukan terus digenjot. Misalnya, retibusi atau sewa pemanfaatan fasilitas dan sarana prasana sebagai pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Jatim.
“Tempat ini tiap tahun harus memberikan kontribusi bagi Pemprov Jatim. Berupa PAD yang nantinya masuk ke kas daerah. Jadi, kami terus menggenjot pemasukannya,” cetus Nano, sapaan akrabnya.
Hasilnya, PAD tahun ini sudah mencapai target. Ditargetkan Rp 270 juta dan realisasinya mencapai Rp 400 juta.
“Pendapatan paling besar ada di pos sewa gedung untuk keperluan acara pertemuan, hajatan, pameran. Lainnya, dari sewa penginapan dan amphitheater,” ungkapnya.
Disinggung target tahun depan, ia katakan belum ditentukan besarannya. Karena hingga sekarang masih dalam pembahasan dan belum diputuskan.
Ia perkirakan pada akhir pekan ini pembahasannya tuntas, sehingga target untuk PAD tahun depan dari TCW ini diketahui.
“Pastinya tahun depan target PAD akan naik dibandingkan dengan tahun kemarin. Minimal Rp 300 juta setahunnya atau bisa lebih. Karena ada pendapa baru yang sudah tuntas pembangunannya,” ucap Nano. (zal/hn) Editor : Jawanto Arifin