Ruas jalan tol ini hanya difungsionalkan mulai pukul 07.00 pagi, hingga pukul 17.00. Tapi, yang boleh melintas hanya khusus kendaraan pribadi. Tanpa dipungut biaya. Hanya saja, pengendara tetap harus melihatkan kartu e-tol.
Untuk melihat kesiapan jalan tol itu, tim Jawa Pos Radar Bromo menjajal langsung jalan tol yang difungsionalkan sepanjang 30, 6 kilometer itu. Tim Radar Bromo masuk ruas tol Pandaan-Malang, dengan masuk gerbang tol Pandaan.
Kondisi gerbang tol Pandaan, sudah berdiri kokoh. Ruas jalanan juga sudah mulus dilewati. Meski begitu, lantaran ruas jalan tol belum tuntas keseluruhan, kecepatan maksimal pengendara dibatasi hingga 40 kilometer per jam saja.
Sepanjang perjalanan sesi 1 yang meliputi Pandaan-Purwodadi, perjalanan terasa lancar. Masuk purwodadi, hamparan pemandangan yang menawan, terhampar. Konstruksi jalan mulai terasa sedikit naik-turun, mengikuti kontur tanah yang cenderung berbukit.
Di kanan dan kiri ruas jalan tol, pengendara bisa menikmati panorama pemandangan menawan. Dari ujung jalan, terlihat pucuk gunung menjulang. Yakni gunung Arjuno yang paling terlihat. Indahnya gunung penanggungan juga terlihat dari ruas jalan tol Pandaan-Malang.
Selama fungsional tol Pandaan-Malang, exit tol di Purwodadi dan Lawang, sengaja tak dibuka. Dengan begitu, pengguna jalan tol hanya bisa naik atau turun lewat pintu tol Pandaan di Kabupaten Pasuruan. Serta pintu tol Karanglo, Singosari di Kabupaten Malang.
Perjalanan mulai terasa tak nyaman/ saat mulai masuk seksi dua tol Pandaan-Malang. Persisnya di atas perumahan Malang Anggun, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Sepanjang sekitar 300 meter, kondisi jalan masih berupa cor dasar. Sehingga, pengguna jalan harus lebih berhati-hati.
Masuk seksi tiga, ruas jalan tol kembali bersahabat. Kondisinya hampir sama dengan di seksi pertama, kondisi jalan mulus. Di seksi tiga ini, juga bisa didapati rest area.
Secara keseluruhan, perjalanan dari gerbang tol Pandaan ke gerbang tol Karanglo, Singosari, kami membutuhkan waktu sekitar 40 sampai 45 menit. Dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.
Dengan begitu, lebih menghemat waktu ketimbang melintas di jalan arteri, yang butuh waktu lebih dari sekitar satu jam. Itu terkadang, belum termasuk macet panjang yang kerap terjadi di sepanjang Lawang, hingga Singosari.
Bagaimana, tertarik mencoba ruas jalan tol Pandaan-Malang, saat libur natal dan tahun baru? (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi