(Refleksi Hari Guru Nasional Tahun 2023)
Oleh: Baktiyar Zamzani
BANGSA Indonesia memeringati Hari Guru Nasional (HGN) Ke-78. Peringatan ini merupakan momentum untuk mengapresiasi dan menghormati jasa para guru yang telah mengabdikan diri untuk mendidik generasi penerus bangsa. Pada tahun ini, Kemendikbudristek mengangkat tema "Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar". Tema ini dipilih untuk menegaskan peran guru sebagai penggerak utama dalam transformasi pendidikan Indonesia.
Guru adalah kunci utama dalam transformasi pendidikan. Guru berperan penting dalam mengembangkan potensi siswa, agar menjadi generasi unggul dan berdaya saing. Guru juga berkontribusi pada pembentukan karakter siswa, sehingga mereka menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, dan berjiwa Pancasila.
Transformasi pendidikan merupakan keniscayaan, tidak hanya ilmunya saja. Namun, juga aktualisasi dari pendidikan itu sendiri, transformasi yang dinamis seiring dengan perubahan tantangan zaman. Saat ini kita menghadapi globalisasi dan tak ada pilihan kecuali meningkatkan competitiveness human capital kita.
Bangsa yang akan survive, akan menang dan sukses dalam era seperti ini adalah bangsa yang berpengetahuan dan berketerampilan, memiliki knowledge and skills serta yang berkarakter kuat. Yang tidak memiliki ketiga hal itu, akan terpuruk dan kehilangan jati diri bahkan mungkin kehilangan kedaulatan negaranya.
Kemajuan teknologi digital telah dan akan sangat disruptif bagi siapa saja yang tidak siap. Transformasi pendidikan merupakan proses pengembangan, pembaruan, dan penyesuaian paradigma pendidikan dengan tuntutan zaman. SDM pendidikan yang unggul, kreatif, dan inovatif tidak dapat dipandang sebelah mata. SDM Pendidikan yang unggul adalah yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan berdaya saing.
Pendidik yang kreatif harus mampu menyusun dan menjalankan metode pembelajaran yang menarik dan menantang bagi siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan efektif. Selain itu, pendidik yang inovatif harus mampu menciptakan solusi baru dan menghadapi tantangan pendidikan dengan cara yang cerdas dan berbeda.
Terkait dengan transformasi di bidang pendidikan, ada beberapa pandangan. Pertama, integrasi teknologi; dimana teknologi mampu memfasilitasi pembelajaran secara adaptif dan berbasis data; lalu menumbuhkan pembelajaran daring yang menawarkan pembelajaran online secara massal dengan aneka pilihan platform dan alokasi maupun waktu yang fleksibel yang bisa diakses oleh pembelajar.
Kedua, pembelajaran daring dan Massive Open Online Courses (MOOCs). Bahwa munculnya platform pembelajaran online yang dapat diakses dan menawarkan fleksibilitas serta memenuhi gaya belajar yang beragam dari siswa.
Ketiga, blended learning. Yakni menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Hal ini telah memberikan kesempatan untuk siswa bisa belajar secara mandiri dan realtime.
Keempat, gaming dan edutainment. Yaitu suatu proses pembelajaran yang memasukkan teknik-teknik gaming/permainan dalam materi pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa karena pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
Kelima, personalized learning. Bahwa teknologi telah memungkinkan pembelajaran yang menyesuaikan instruksi, konten, dan pengalaman belajar untuk memenuhi kebutuhan, minat, dan kemampuan individu siswa secara personal/individual. Pendekatan ini bertujuan untuk beralih dari model pendidikan tradisional yang bersifat satu ukuran untuk semua dan berfokus pada penyediaan jalur pembelajaran yang dipersonalisasi bagi para siswa.
Keenam, project based learning dan STEAM (Sains, Teknologi, Engenering, Arts dan Matematika). Yaitu pembelajaran berbasis proyek yang menekankan pada pembelajaran langsung berbasis pengalaman dan menggabungkan mata pelajaran STEAM. Hal ini diyakini bisa meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis, pemecahan masalah dan mengembangkan solusi inovatif.
Ketujuh, flipped classroom. Yaitu siswa belajar terlebih dulu di rumah dengan metode online, kemudian saat di kelas dikhususkan untuk diskusi dan kegiatan kelompok. Metode ini mendorong pembelajaran aktif dan berinteraksi dengan teman.
Kedelapan, global collaboration. Bahwa suatu pembelajaran dimana teknologi telah memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi global di antara para siswa dan pendidik di seluruh dunia. Kolaborasi global telah mendorong munculnya keragaman ide, keahlian, dan sumber daya untuk mengatasi tantangan global secara lebih efektif.
Kesembilan, lifelong learning and microcredentials. Yaitu pembelajaran seumur hidup yang mengacu pada proses berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia modern yang berubah dengan cepat. Tenaga kerja yang terdidik dan terampil akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan secara keseluruhan di berbagai sektor.
Kesepuluh, inclusive education. Maksudnya, pendidikan inklusif memastikan bahwa semua siswa dan sebagai warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak. Siapapun warga dunia berhak atas pelayanan pendidikan yang sama (termasuk para difabel, orang miskin, orang yang terisolasi jarak/tempat tinggalnya, dan orang-orang yang belum beruntung). Salah satunya kini berkembang apa yang kita kenal sebagai sekolah inklusi untuk para siswa difabel belajar bersama siswa lainnya.
Kesebelas, artificial intelligence in education (AI). AI ini sering dikenal sebagai kecerdasan buatan atau kecerdasan entitas ilmiah atau inteligensi artificial atau mesin yang dapat belajar dan berpikir seperti manusia. Yaitu, teknologi AI yang diintegrasikan dalam platform pendidikan guna memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menghadirkan berbagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. AI dirancang untuk meniru kecerdasan manusia. Salah satu yang kini telah berkonstribusi adalah aplikasi ChatGPT
Mari belajar dari pentingnya peran guru dalam pembangunan pendidikan di Jepang, seperti yang dilakukan Kaisar Hirohito. Ketika negaranya hancur oleh serangan bom atom Amerika Serikat, guru menjadi sosok yang pertama kali dicari. “Kumpulkan guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini. Karena sekarang, kepada mereka kita akan bertumpu. Bukan kepada kekuatan pasukan”.
Harus diakui, pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, untuk mencapai tujuan yang diinginkan pasti dibutuhkan ikhtiar yang tak pernah mengenal kata lelah. Dalam kaitan ini penting ditekankan betapa penting peran stakeholders untuk meningkatkan mutu pendidikan. Peran penting itu terutama akan dirasakan oleh pimpinan satuan pendidikan dan guru. Pimpinan lembaga pendidikan memiliki posisi penting dalam meningkatkan mutu secara berkelanjutan (continous improvement).
Posisi guru juga tak terbantahkan, karena jantung pendidikan memang ada di kelas. Para gurulah yang berperan besar dalam mengelola kelas sehingga menghasilkan pembelajaran yang unggul dan inspiratif. Apapun kurikulumnya, asal guru-guru kita hebat, maka pendidikan akan sukses. Berarti implementasi kurikulum sangat bergantung pada guru sebagai ujung tombak pendidikan.
Dengan pembelajaran yang hebat oleh guru-guru yang andal, maka pada saatnya kita akan melihat pribadi-pribadi berkarakter. Mewujudkan Pendidikan Unggul untuk menegaskan bahwa propaganda itulah yang seharusnya dituju stakeholders pendidikan.
Tetapi harus disadari, bahwa untuk mencapai pendidikan yang unggul pasti membutuhkan etos, perjuangan, dan keikhlasan. Stakeholders pendidikan harus diajak menyatukan visi menuju mimpi yang diinginkan. Dengan keyakinan yang kuat dan niatan yang tulus, maka ikhtiar untuk mewujudkan mimpi itu pasti akan dilapangkan jalannya oleh Allah SWT.
Selamat Hari Guru Nasional, semoga seluruh guru di Indonesia senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kesabaran, dan kemuliaan. (*)
*) Ketua KKG PAI Kota Probolinggo
Editor : Ronald Fernando