Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Lanjutkan Unit Usaha Penggemukan Sapi

A
Penulis: Achmad Arianto❯
KOKOH: Forkopimca Tiris mengecek hasil pembangunan jembatan di RT 22/RW 5, Dusun Manggis. (Pemdes Tiris For Jawa Pos Radar Bromo)
KOKOH: Forkopimca Tiris mengecek hasil pembangunan jembatan di RT 22/RW 5, Dusun Manggis. (Pemdes Tiris For Jawa Pos Radar Bromo)

Advertisement

PEMERINTAH Desa/Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, mempunyai program ketahanan pangan yang terus berkembang. Unit usaha penggemukan sapi. Di tengah keterbatasan anggaran, program ini terus dilanjutkan demi menopang perekonomian desa.

Program ketahanan pangan masih menjadi salah satu program unggulan desa. Sayangnya, tahun ini karena keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Tiris belum bisa menambah anggaran. Namun program ketahanan pangan penggemukan sapi yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya tetap dilaksanakan.

Sekretaris Desa Tiris Husen Mansyur mengatakan, keuntungan dari program ketahanan pangan akan maksimal jika dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini tentunya perlu perencanaan dan persiapan matang. Karena itu, pemerintah desa menjadikan potensi alam dan sumber daya manusia (SDM) sebagai dasar untuk merintis program ketahanan pangan.

Advertisement

Sebelumnya, BUMDes Tiris merealisasikan program ketahanan pangan berupa penggemukan sapi. Program ini dipilih setelah melakukan dua pertimbangan. Salah sautnya karena banyaknya stok pakan di wilayah desa. Baik berupa rerumputan atau dedaunan yang tumbuh liar. Serta, SDM warga yang mampu mengelola penggemukan sapi tersebut.

LEBIH NYAMAN: Seorang warga melintasi jalan paving di RT 20/RW 5, Dusun Manggis. (Pemdes Tiris For Jawa Pos Radar Bromo)
LEBIH NYAMAN: Seorang warga melintasi jalan paving di RT 20/RW 5, Dusun Manggis. (Pemdes Tiris For Jawa Pos Radar Bromo)

“Ketahanan pangan kami realisasikan tahun sebelumnya. Sementara, tahun ini kami hanya meneruskan saja. Modalnya akan terus diputar,” katanya.

Advertisement

BUMDes menjalankan program ketahanan pangan penggemukan sapi dengan sistem bagi hasil. Sapi ditempatkan di kandang milik warga di Dusun Krajan, Jambuan, dan Manggis. Penggemukan sendiri memiliki target dalam jangka waktu 6 bulan, kemudian sapi sudah bisa dijual, sehingga perputaran modal bisa dilakukan dengan cepat.

Program ketahanan pangan yang sudah terealisasi ini rutin dipantau. Tujuannya, untuk memastikan pertumbuhan dan berat badan sapi lebih terkontrol. Dengan demikian, hasilnya akan lebih maksimal.

“Sejauh ini sapi yang dikelola BUMDes, masih tahap penggemukan. Namun secara berkala kami pantau dan evaluasi. Harapannya mampu menghasilkan PADes,” katanya. (ar/rud/*)

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Vaksinasi PMK di Kota Pasuruan Dihentikan karena Nihil Temuan

Vaksinasi PMK di Kota Pasuruan Dihentikan karena Nihil Temuan

Ada beberapa daerah yang memutuskan tetap menggulirkan vaksin pada peternak. Hal ini seperti dilakukan seperti Kabupaten Jombang. Mengingat

Retribusi RPH Blandongan Kota Pasuruan Baru Tembus 70 Persen dari Target

Retribusi RPH Blandongan Kota Pasuruan Baru Tembus 70 Persen dari Target

Angka perolehan tersebut setara dengan 70 persen, dari total target tahunan yang dipatok oleh Pemkot Pasuruan sebesar Rp 97.470.000.

Kandang Milik Warga Sumberasih Probolinggo Terbakar, Dua Sapi Terpanggang, Pemiliknya Merugi Segini

Kandang Milik Warga Sumberasih Probolinggo Terbakar, Dua Sapi Terpanggang, Pemiliknya Merugi Segini

Sebelum insiden terjadi, pemilik di pagi hari menyalakan tungku yang berada areal kandang. Selesai menggunakan tungku api kemudian dipadamk

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer