Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pendukung Pilpres Ini Perang di Medsos, Bersatu di Room Karaoke

Jawanto Arifin • Sabtu, 8 Desember 2018 | 16:00 WIB
Photo
Photo
MAYANGAN - Tole, 40 dan Brudul, 37, (keduanya nama samaran) bagaikan air dan minyak kalau sudah berbicara soal pilihan politik. Tole dijuluki kecebong garis keras, sementara Brudul merupakan barisan kampret sejati. Tapi, siapa sangka keduanya bisa seirama kala di dalam room karaoke.

Seperti yang keduanya lakukan beberapa waktu lalu. Tole dan Brudul yang sama-sama warga Kecamatan Mayangan ini, tengah diskusi hebat soal jagoannya. “Tidak bisa, calon saya itu jauh lebih hebat. Di era calon saya, banyak yang diresmikan,” kata Tole. Terlihat urat Tole menegang ketika berargumen membela calonnya.

Tentu saja, Brudul langsung nyolot tanda tidak terima. Ia lantas membeberkan data bahwa yang diresmikan calon si Tole adalah buah kerja pemimpin sebelumnya. “Kata siapa? Dia itu cuma meresmikan saja. Yang bangun itu mulai pemimpin sebelumnya,” kata Brudul tak kalah keras.

Diskusi antara keduanya berlanjut. Kawan-kawan Tole dan Brudul hanya menyimak obrolan mereka. Kadang satu dua di antaranya ikut memprovokasi. Yang satu berpura-pura mendukung Tole, lainnya sok-sokan mendukung Brudul. Intinya, persaingan Tole dan Brudul berebut pengaruh, menjadi hiburan tersendiri bagi kawan keduanya.

Bahkan, diskusi hari itu berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Baik Tole maupun Brudul sepertinya emosinya meningkat. Braakkk!!! Tole langsung menggebrak meja ketika argumentasinya disanggah Brudul. Si Brudul tak mau kalah. Ia melempar gelas ke arah meja karena jengkel dengan respons Tole.

“Beruntung yang dilempar itu gelas plastik,” kata salah seorang kawan mereka. Kawan-kawan lain yang berusaha jadi penengah, lama-lama turut larut pada perdebatan sengit ala cebong dan kampret. Dua kubu itu sepertinya tak bisa dipisah dengan akal jernih, sampai kemudian salah satu dari mereka mendapat telepon dari seseorang.

Kriiiingggggg......” terdengar bunyi ponsel lama keluaran Nokia. Pemilik ponsel pun mengangkat telepon itu. Sekitar 5 menit terlibat pembicaraan serius, si pemilik ponsel kembali dengan wajah berbinar. “Tahan...tahan... Hentikan perdebatan, siapkan tenaga dan fisik, hari ini kita karaoke,” katanya sambil tertawa.

Informasi itu membuat orang-orang yang saat itu berkumpul, tampak gembira. Bagaimana dengan Tole dan Brudul? Tak disangka, emosi keduanya mereda. “Sudahi dulu debatnya, ini lebih penting. Aku pesan room-nya, kamu kontak purelnya,” kata Tole pada Brudul. Mendapat perintah itu, Brudul pun langsung sepakat. “Okelah, setuju,” katanya.

Tak berhenti sampai di situ, Tole dan Brudul pun berboncengan menuju tempat karaoke. “Ayo berangkat ke room 35,” kata Tole disambut Brudul dengan tertawa. (sid/rf) Editor : Jawanto Arifin
#room karaoke #ono-ono ae #cebong #purel #kampret