RadarBromo - Penyakit jantung selama ini sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang lebih banyak dialami oleh orang lanjut usia. Namun, kasus serangan jantung pada usia muda menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kebiasaan sehari-hari dan pola hidup tertentu dapat menjadi perhatian, termasuk penggunaan produk tembakau.
Salah satu kasus terjadi pada seorang pria berusia 26 tahun asal Uttar Pradesh, India. Pria bernama Ram Kumar tersebut harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami nyeri dada hebat yang berlangsung sekitar satu setengah jam. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit di Mumbai untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan total pada salah satu pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung, yaitu arteri left anterior descending atau LAD. Pemeriksaan elektrokardiogram juga menunjukkan tanda serangan jantung akut yang kemudian dikonfirmasi melalui angiogram.
Yang membuat kasus tersebut menjadi perhatian adalah usia Ram yang masih tergolong muda. Ia disebut tidak memiliki riwayat penyakit penyerta maupun riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Setelah ditelusuri, salah satu kebiasaan yang menjadi perhatian adalah kebiasaannya mengunyah tembakau.
Kondisi tersebut bahkan sempat menyebabkan kemampuan pompa jantung Ram mengalami penurunan. Menurut laporan detik, fungsi pompa jantungnya turun dari sekitar 60 persen menjadi 30 persen dan disertai tekanan darah yang sangat rendah. Tim medis kemudian melakukan tindakan angioplasti darurat dan memasang stent untuk membantu membuka kembali aliran darah yang tersumbat.
Setelah menjalani perawatan intensif, kondisi Ram berangsur membaik. Pengalaman tersebut juga membuatnya menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan menghentikan penggunaan tembakau.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa usia muda tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari risiko penyakit jantung. Dokter yang menangani Ram juga menyoroti bahwa sebagian anak muda masih menganggap dampak penggunaan tembakau sebagai sesuatu yang baru akan muncul ketika memasuki usia tua. Padahal, kebiasaan tersebut dapat membawa risiko kesehatan lebih awal.
Karena itu, menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari perubahan gaya hidup sehari-hari. Menghindari produk tembakau, menerapkan pola makan yang lebih seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, serta memperhatikan waktu istirahat merupakan beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan.
Selain itu, masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda yang tidak biasa pada tubuh. Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, terutama jika berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, tidak sebaiknya dianggap sepele. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan tersebut.
Bagi generasi muda, menjaga kesehatan seharusnya tidak menunggu sampai muncul penyakit. Kebiasaan yang dilakukan setiap hari dapat menjadi bagian penting dalam menentukan kondisi kesehatan di masa mendatang.
Kasus Ram menunjukkan bahwa masalah jantung dapat terjadi bahkan ketika seseorang masih berusia 20-an. Oleh sebab itu, menerapkan gaya hidup sehat sejak dini bukan hanya sebuah tren, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Penulis: Tim Magang Radar Bromo - Eva Adelia Fransisca
Editor : Moch Vikry Romadhoni