Prabowo Minta Buku Pelajaran Dievaluasi, Mu’ti: Beberapa Sudah Siap Dicetak

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti ditemui seusai Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (14/8/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti ditemui seusai Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (14/8/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)

Radar Pasuruan - Pemerintah tengah menyiapkan pembaruan buku ajar nasional untuk siswa sekolah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan penulisan ulang buku pelajaran tersebut ditujukan untuk memperkuat sejumlah muatan pendidikan, termasuk sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Menurut Mu’ti, rencana penulisan ulang buku teks sebenarnya telah disiapkan sebelum Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan terkait penguatan STEM.

“Sebelum ada arahan Presiden, memang sudah ada perencanaan untuk melakukan penulisan ulang buku-buku teks yang selama ini dipakai,” kata Abdul Mu’ti ditemui seusai Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat.

Mu’ti menjelaskan terdapat sejumlah pertimbangan yang mendasari penyusunan ulang buku pelajaran. Salah satunya memastikan materi dalam buku siswa semakin kuat dalam pendidikan nilai, pendidikan karakter, serta STEM.

“Penekanan pada STEM sesuai arahan bapak Presiden,” tegasnya.

Selain memperkuat muatan tersebut, penyusunan ulang dilakukan untuk menyesuaikan buku dengan perubahan standar isi yang ditetapkan Kemendikdasmen.

Buku pelajaran yang baru juga akan diarahkan agar semakin sesuai dengan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning.

Baca Juga: Heboh Data Anak Diduga Dicatut untuk Dapodik, Kemendikdasmen Langsung Turun Tangan

Proses evaluasi buku disebut sudah mulai dilakukan. Bahkan, sejumlah buku telah dinyatakan siap untuk masuk tahap pencetakan.

“Evaluasi bukunya sudah berjalan dan beberapa buku juga sudah siap untuk nanti dicetak,” kata dia.

Rencana pembaruan buku ajar nasional sebelumnya disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pemerintah disebut terus mematangkan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan dan sumber daya manusia.

Teddy mengatakan evaluasi terhadap buku pelajaran bermula dari temuan Prabowo ketika meninjau langsung buku-buku yang digunakan di sejumlah sekolah.

Menurut Teddy, Presiden menemukan sejumlah persoalan pada buku pelajaran, baik dari sisi isi maupun kualitas fisiknya.

“Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD, khususnya, bacanya sangat dekat. Kemudian, ya, kalau dibaca kurang baik sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya,” ujarnya.

Setelah melihat kondisi buku pelajaran yang digunakan di Indonesia, Prabowo kemudian menginstruksikan agar dilakukan evaluasi lebih lanjut. Salah satu langkah yang diarahkan adalah membandingkan buku ajar Indonesia dengan buku pelajaran dari negara tetangga.

Perbandingan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional, baik dari sisi materi maupun kualitas fisiknya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Film, Reza Arap Ungkap Misi di Balik Debut Film Harusnya Horror

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Buku Pelajaran kemendikdasmen abdul mu’ti prabowo subianto stem