Prabowo Ingin Bahasa Asing Mulai Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Ini Daftarnya

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:50 WIB
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto mendorong agar pembelajaran bahasa asing mulai diterapkan sejak kelas 1 sekolah dasar (SD). Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi anak Indonesia sehingga memiliki daya saing lebih kuat ketika memasuki dunia kerja.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo mengatakan penguasaan bahasa asing perlu diperkenalkan sejak usia dini.

“Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD kelas 1. Mereka harus mulai belajar bahasa asing,” kata Prabowo, sebagaimana dilansir dari Antara.

Menurut Prabowo, terdapat sejumlah bahasa asing yang dinilai penting untuk dipelajari para siswa sejak awal pendidikan dasar.

Ia menyebut Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis sebagai bahasa yang penting dikuasai.

“Bahasa-bahasa yang paling penting, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Jepang, Korea, Bahasa Spanyol, Bahasa Prancis,” urainya.

Selain tujuh bahasa tersebut, Prabowo juga menambahkan Bahasa Rusia. Ia menilai Rusia memiliki kekuatan di bidang sains dan teknologi sehingga penguasaan bahasanya juga penting bagi generasi muda Indonesia.

Baca Juga: P2G Semprot Prabowo: Janji Bahasa Portugis Saja Belum Terealisasi, Kok Sudah Nambah Bahasa Prancis?

“Kita juga harus belajar bahasa Rusia. Mereka kuat di Bidang sains dan teknologi,” kata Presiden.

Prabowo menjelaskan, kemampuan mempelajari bahasa dinilai lebih mudah ketika anak masih berusia di bawah 11 hingga 12 tahun. Karena itu, pembelajaran bahasa asing menurutnya perlu dimulai sejak pendidikan dasar.

Dorongan tersebut juga dikaitkan dengan kebutuhan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Prabowo ingin anak-anak Indonesia memiliki kemampuan yang lebih luas sehingga dapat memperoleh kesempatan bekerja di berbagai negara.

“Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik, agar mereka nanti termasuk kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih. Mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” jelasnya.

Prabowo mengatakan peluang bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri sebenarnya cukup terbuka. Ia menyebut sejumlah pemimpin negara yang ditemuinya bahkan pernah menanyakan kemungkinan tenaga kerja Indonesia bekerja di negara mereka.

Kebutuhan tersebut antara lain terdapat pada sektor pariwisata, rumah sakit, keperawatan, hingga pekerjaan sebagai pengasuh yang membutuhkan kemampuan berbahasa asing.

Menurut Prabowo, masyarakat Indonesia telah memiliki sejumlah karakter positif yang dikenal oleh masyarakat internasional, seperti ramah, ulet, dan sopan.

Dengan tambahan kemampuan berbahasa asing, ia berharap tenaga kerja Indonesia semakin mampu bersaing di pasar global. Pada akhirnya, peningkatan kompetensi tersebut diharapkan ikut memperkuat perekonomian nasional.

“Oleh karena itu tenaga kerja kita diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia memperkuat ekonomi Indonesia,” jelas Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Pangkas BUMN Tak Produktif, 750 Perusahaan Bakal Ditutup

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Pendidikan Indonesia bahasa asing pendidikan SD tenaga kerja prabowo subianto