Radar Pasuruan – Serangan udara Israel kembali menghantam sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada Minggu (2/8). Sedikitnya 18 warga Palestina dilaporkan tewas dalam rentetan serangan yang terjadi di tengah upaya diplomatik untuk mewujudkan gencatan senjata.
Berdasarkan keterangan otoritas kesehatan Palestina, serangan menyasar sejumlah kawasan, mulai dari Gaza City di bagian utara, Deir al-Balah di wilayah tengah, hingga Khan Younis di selatan. Serangan tersebut menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir.
Di tengah meningkatnya eskalasi, proses negosiasi perdamaian masih menghadapi jalan buntu. Pemerintah Israel menegaskan operasi militer tidak akan dihentikan sebelum Hamas melucuti seluruh persenjataannya. Sebaliknya, Hamas meminta Israel lebih dahulu menghentikan serangan dan menarik pasukannya dari Gaza sesuai kesepakatan gencatan senjata.
Menteri Energi Israel Eli Cohen mengatakan pemerintah masih membuka peluang bagi Hamas untuk menyerahkan senjatanya, meski ia mengaku pesimistis hal tersebut dapat terwujud.
"Dalam kesepakatan yang kami tandatangani dengan Amerika Serikat, posisi kami adalah Hamas harus dibongkar. Itulah hal pertama yang harus terjadi," kata Cohen kepada Army Radio Israel.
Ia juga menegaskan belum ada kesepakatan penghentian operasi militer. Bahkan, menurutnya, Israel perlu mengambil alih seluruh wilayah Gaza apabila Hamas tetap menolak melucuti senjata. Saat ini, Israel disebut telah menguasai sekitar 70 persen wilayah Jalur Gaza.
Juru bicara Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Doron Spielman, turut menyampaikan bahwa Israel telah mengutarakan kekhawatirannya kepada Amerika Serikat terkait proses pelucutan senjata Hamas.
Baca Juga: Hamas Sepakati Roadmap Pelucutan Senjata, Tapi Beri Syarat Israel Harus Angkat Kaki dari Gaza
"Kekhawatiran paling penting bagi Israel adalah tidak ada langkah apa pun yang bisa dilakukan sebelum Hamas benar-benar dan sepenuhnya melucuti senjatanya," ujar Spielman kepada Reuters.
Otoritas kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya empat orang meninggal dunia akibat serangan di Deir al-Balah. Serangan lainnya di kawasan Mawasi, dekat Khan Younis, menyebabkan lima orang terluka dan memicu kebakaran di sejumlah tenda pengungsi.
Di wilayah yang sama, sepasang suami istri bersama anak mereka yang berusia sembilan tahun dilaporkan tewas setelah rumah mereka dihantam serangan udara.
Sementara di Gaza City, pasangan suami istri beserta seorang anak mereka juga meninggal dunia ketika apartemen yang mereka tempati menjadi sasaran serangan. Dua korban lainnya dilaporkan tewas akibat serangan terhadap tenda di dekat kantor perwakilan Mesir.
Pada hari yang sama, dua warga kembali meninggal dunia dalam serangan di kawasan Zeitoun, Gaza City. Seorang warga lainnya tewas dalam serangan di dekat Jabalia, Gaza utara.
Militer Israel menyatakan salah satu serangan di Deir al-Balah menargetkan dua komandan pasukan elite Hamas, Nukhba. Sementara serangan di Gaza City dan Jabalia disebut menyasar "operator militer", meski hasil operasinya masih dalam proses peninjauan.
Beberapa jam kemudian, serangan udara kembali menghantam sebuah mobil di dekat Lapangan Saraya, Gaza City. Tim medis melaporkan sedikitnya tiga warga Palestina tewas dalam insiden tersebut.
Di tengah eskalasi konflik, badan bentukan Amerika Serikat yang mengawasi implementasi gencatan senjata, Board of Peace, sebelumnya merilis peta jalan berisi 15 langkah untuk mendukung rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Donald Trump.
Utusan utama Board of Peace untuk Gaza, Nickolay Mladenov, mengatakan berbagai mediator internasional masih terus berupaya mendorong seluruh pihak menyetujui peta jalan tersebut.
"Mencapai perdamaian abadi itu sulit tetapi dapat dicapai jika semua orang melakukan upaya terbaik mereka," kata Mladenov.
Menurut data otoritas kesehatan Gaza, sedikitnya 1.230 warga Palestina telah meninggal dunia akibat serangan Israel sejak gencatan senjata disepakati pada Oktober tahun lalu. Sementara itu, pemerintah Israel mencatat empat tentaranya tewas dalam periode yang sama.
Baca Juga: Respons Pernyataan Prabowo, Kedubes Iran Tegaskan Tak Pernah Kejar Senjata Nuklir
Editor : Moch Vikry Romadhoni