Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Iran Gegerkan Dunia, Billboard Ancam Donald Trump dengan Tulisan 'We Will Kill Trump'

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 17 Juli 2026 | 16:52 WIB
Gambar Donald Trump berbaring dalam peti mati, menjadi simbol perlawanan bangsa Iran terhadap agresi Barat di negaranya. (Facebook)
Gambar Donald Trump berbaring dalam peti mati, menjadi simbol perlawanan bangsa Iran terhadap agresi Barat di negaranya. (Facebook)

Radar Pasuruan - Sebuah billboard berukuran besar yang menampilkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berada di dalam peti mati muncul di pusat Kota Teheran, Iran. Instalasi tersebut menarik perhatian publik internasional karena memuat tulisan "We Will Kill Trump" atau "Kami Akan Membunuh Trump" dalam bahasa Inggris dan Persia, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Billboard itu dipasang di kawasan Lapangan Enghelab, salah satu titik paling ramai di ibu kota Iran. Kemunculannya ramai diperbincangkan setelah video yang memperlihatkan instalasi tersebut beredar luas di media sosial.

Dalam ilustrasi yang terpampang, Trump digambarkan terbaring di dalam peti mati berwarna hitam dengan mata dan mulut tertutup. Rambutnya tampak berantakan, sementara kedua tangannya disilangkan di atas dasi merah yang menutupi bagian perut.

Di sisi peti mati terdapat tulisan besar "We Will Kill Trump", yang menjadi pesan paling mencolok dari billboard tersebut.

Selain menampilkan ilustrasi Trump, billboard tersebut juga memuat sejumlah tulisan yang menyebut Ayatollah Ali Khamenei sebagai syuhada atau martir.

Salah satu tulisan berbunyi "In memory of Minab's children" atau "Untuk mengenang anak-anak Minab". Pesan itu merujuk pada anak-anak di Kota Minab, Iran bagian selatan, yang dilaporkan menjadi korban serangan terhadap sebuah sekolah dasar pada awal konflik, sebagaimana dilaporkan The New York Post.

Lokasi pemasangan billboard juga dinilai memiliki makna simbolis. Tidak jauh dari kawasan tersebut berdiri patung kepalan tangan Ayatollah Ali Khamenei yang selama ini dikenal sebagai simbol perlawanan Iran.

Keberadaan kedua simbol tersebut dinilai semakin memperkuat pesan politik yang ingin disampaikan kepada masyarakat Iran maupun komunitas internasional.

Baca Juga: Donald Trump Klaim Jadi Penjaga Selat Hormuz, Kargo Dunia Terancam Kena Tarif 20 Persen

Penggunaan billboard bernuansa politik sebenarnya bukan hal baru di Iran. Pemerintah setempat telah lama memanfaatkan ruang publik sebagai media penyampaian pesan politik dan ideologi.

Namun, sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel memanas pada akhir Februari, billboard bertema perang dan perlawanan semakin banyak bermunculan di berbagai titik strategis di Teheran. Isinya didominasi ilustrasi revolusioner, penghormatan kepada korban perang, hingga pesan-pesan anti-Barat.

Billboard terbaru ini dinilai berbeda karena menyampaikan ancaman secara lebih terbuka dibandingkan kampanye visual sebelumnya.

Sebelumnya, pada Mei lalu, Iran juga memasang billboard dwibahasa yang memperlihatkan ilustrasi mulut Donald Trump dijahit dengan latar Selat Hormuz dan tulisan "The Breaking Point".

Billboard lainnya menampilkan ilustrasi jaring raksasa yang menangkap pesawat tempur, drone, hingga kapal perang Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia sebagai simbol kekuatan militer Iran.

Selain melalui billboard, retorika balas dendam juga muncul di media massa. Sebuah surat kabar konservatif Iran baru-baru ini menerbitkan daftar 13 tokoh dunia yang disebut sebagai target pembalasan atas kematian Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam daftar tersebut tercantum nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, serta sejumlah pemimpin negara Barat lainnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait kemunculan billboard tersebut maupun daftar target yang beredar di Iran.

Baca Juga: Menkeu Yakin Kopdes Merah Putih Untung, Asalkan Bebas dari Praktik Korupsi

Editor : Moch Vikry Romadhoni
donald trump iran konflik timur tengah