Radar Bromo - Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi ujian besar dalam hidup. Bagi musisi Dona Antonia, diagnosis kanker payudara yang diterimanya pada 2023 menjadi titik balik yang mengubah cara pandangnya terhadap dunia dan kehidupan.
Personel Duo Antonia itu sempat terpukul saat mengetahui kondisinya. Namun ia memilih menjalani proses pemulihan dengan cara yang membuatnya merasa lebih dekat dengan diri sendiri melalui meditasi, bermusik, dan menulis.
"Aku kena kanker payudara pada tahun 2023 dan sembuh tanpa melakukan kemo," kata Dona Antonia kepada JawaPos.com.
Salah satu langkah yang ia tempuh adalah mengikuti meditasi intensif selama tujuh hari di Bali. Selama periode tersebut, Dona membatasi diri dari aktivitas luar, termasuk tidak menggunakan handphone sama sekali.
"Aku selama 7 hari itu tidak pakai handphone. Aku fokus melakukan meditasi, hanya jeda istirahat dan makan," ungkapnya.
Bagi Dona, pengalaman meditasi itu benar-benar membantunya mengenali kondisi batin dan emosinya lebih dalam. Ia merasa mendapat ruang untuk refleksi diri sekaligus berdamai dengan keadaan yang sedang dihadapinya. Lebih dari itu, ia mengaku seakan bisa merasakan bagian tubuh mana yang sakit dan melakukan pengobatan langsung di dalam proses meditasinya.
Baca Juga: Unair Bongkar Bahaya Obat Kimia pada Ternak, Bisa Picu Kanker pada Manusia
"Jadi saat meditasi aku tahu bagian mana saja yang sakit dari tubuh aku dan diobati di meditasi itu," paparnya.
Setelah menjalani proses tersebut, Dona merasakan perubahan besar dalam cara memandang kehidupan. Ia menjadi lebih tenang dan kembali menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana.
"Aku sudah merasa sangat nyaman menemukan hidup aku yang baru. Aku sampai merasa, ngapain lagi sih pakai handphone," tuturnya.
Selain meditasi, musik tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pemulihannya. Sebagai musisi, Dona banyak menghabiskan waktu bernyanyi dan memainkan alat musik sebagai bentuk ekspresi sekaligus cara menyalurkan perasaan. Ia juga menuangkan berbagai pengalaman dan emosinya melalui tulisan yang kemudian diolah menjadi lirik lagu.
Perjalanan itu semakin meyakinkan Dona bahwa keseimbangan pikiran dan hati memiliki peran besar dalam proses penyembuhan. Saat menjalani pemeriksaan ulang, hasilnya pun membahagiakan.
"Di tahun 2024 aku melakukan pemeriksaan, hasilnya aku sembuh. Tahun lalu juga melakukan pemeriksaan dan hasilnya sama," kata Dona.
Editor : Moch Vikry Romadhoni