Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tamparan Keras di Hari Lahir Pancasila: Prabowo Akui Nikel, Emas, Sawit Melimpah tapi Rakyat Belum Sejahtera

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 1 Juni 2026 | 16:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat dalam Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kompleks Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta Pusat, Senin (1/6). (Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat dalam Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kompleks Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta Pusat, Senin (1/6). (Istimewa)

Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen pemerintahan menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 sebagai momentum untuk berefleksi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi bangsa. Menurutnya, meskipun perekonomian Indonesia terus tumbuh dalam beberapa dekade terakhir, manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri, kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata?" kata Prabowo dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6).

Prabowo pun mempertanyakan sejauh mana pertumbuhan ekonomi itu telah memberikan manfaat yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menguraikan besarnya potensi sumber daya alam Indonesia sebagai salah satu produsen komoditas strategis yang dibutuhkan dunia, khususnya dalam mendukung perkembangan teknologi modern.

"Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa, kita sudah mengerti kekayaan kita luar biasa. Kita salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi," ucap Prabowo.

Ia merinci posisi Indonesia sebagai produsen sejumlah mineral dan komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam rantai pasok global.

Baca Juga: P2G Semprot Prabowo: Janji Bahasa Portugis Saja Belum Terealisasi, Kok Sudah Nambah Bahasa Prancis?

"Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting: tembaga, timah, emas, logam tanah jarang. Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel. Komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting," tutur dia.

Prabowo juga menyebut capaian swasembada pangan sebagai modal penting di tengah situasi global yang penuh tekanan.

"Dan sekarang kita sudah swasembada pangan, di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa berlimpahnya kekayaan alam Indonesia belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat, dan mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk terus berbenah agar pengelolaan kekayaan nasional lebih efektif dan berpihak kepada rakyat.

"Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat," pungkasnya.

Baca Juga: Trump Ancam Iran dengan Serangan Baru Jika Negosiasi Gagal

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Sumber Daya Alam #hari lahir pancasila #pemerataan ekonomi #prabowo subianto #swasembada pangan