Radar Bromo - Sejumlah kota besar seperti Bandung, Serang, Surabaya, Makassar, hingga Morowali akan menjadi titik kumpul utama bagi jutaan buruh dalam peringatan Hari Buruh.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengimbau agar seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara santun dan bermartabat, namun tetap tegas dalam menyuarakan aspirasi.
"Kami mengimbau seluruh buruh untuk merayakan May Day dengan penuh semangat, damai, anti kekerasan, dan tidak anarkis. Hormati juga kepentingan masyarakat lainnya," imbuhnya.
Dalam peringatan May Day 2026, terdapat 11 tuntutan utama yang akan disuarakan oleh para buruh kepada pemerintah.
Isu-isu tersebut meliputi pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing (HOSTUM), hingga penanganan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak kondisi global.
Selain itu, buruh juga menyoroti perlunya reformasi pajak yang dinilai lebih adil bagi pekerja.
Tuntutan lainnya mencakup pengesahan RUU Perampasan Aset, upaya penyelamatan industri tekstil (TPT) dan nikel, serta moratorium industri semen.
Para buruh juga mendorong ratifikasi Konvensi ILO 90, penetapan tarif ojek online sebesar 10 persen, revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, serta kejelasan status guru dan tenaga honorer PPPK menjadi pegawai penuh waktu.
Editor : Moch Vikry Romadhoni