KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemerintah Desa Sentul, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, mendatangai rumah almarhum pria berinisial But, 28.
Pemerintah desa datang ke Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, untuk memberikan santunan kepada keluarga But.
Almarhum merupakan terduga pelaku pencurian yang meninggal usai diamuk massa di Desa Sentul.
Ia dimassa ketika diduga hendak mencuri motor warga Desa Sentul, Rabu (22/4) malam.
“Kami datang memberikan sedikit support kepada keluarga. Sebab, kondisi keluarganya sangat memprihatinkan. Ditambah istrinya yang tengah sakit,” ujar Kepala Desa Sentul Timbul Sujatmoko.
Santunan yang diberikan merupakan hasil iuran dari perangkat desa, kader, dan masyarakat. Timbul mengatakan, santunan diberikan atas dasar kemanusiaan.
“Berbicara kemanusiaan, hati terenyuh. Ditambah lagi ibunya (ibu almarhum) orang yang legawa. Beliau mengutarakan keikhlasan putranya yang meninggal sebagai jalan takdir Allah," katanya.
Santunan ini diberikan kepala desa langsung bersama kader Posyandu dan perangkat Desa Sentul, Selasa (28/4). Mereka mengendarai motor. Rombongan menuju rumah almarhum.
“Kami Mengendarai sepeda motor karena medannya memang sulit menuju rumahnya," ujarnya.
Timbul sedikit mengulang kejadian penangkapan But oleh warga yang akhirnya menjadi pelampiasan amukan massa.
Menurutnya, saat itu warga banyak yang geram dengan banyaknya aksi kejahatan. Terutama ulah begal dan maling motor.
“Sebab, begal dan kasus pencurian kian marak. Ada terduga pelaku pencurian ini, mungkin sudah puncak dari kegeraman warga, akhirnya tidak terkontrol. Harapan kami, dengan kedatangan kami ke rumah keluarga, bisa sedikit mengobati duka dari keluarga,” katanya. (mu/rud)
Editor : Fahreza Nuraga