GRATI, Radar Bromo- Kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Gempol-Pasuruan (Gempas), kembali terjadi. Minggu (26/4) pagi, bus Nusa Bali bernopol B 7086 VAA menabrak bagian belakang truk bermuatan pakan ternak. Akibatnya, 12 orang penumpang bus terluka.
Dari 12 penumpang terluka, lima orang di antaranya mengalami luka berat. Semua korban dievakuasi ke RSUD Grati, Kabupaten Pasuruan. Kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi bus kurang menjaga jarak dengan kendaraan lain.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 06.40. Kala itu, Bus Nusa Bali memuat 29 penumpang. Mereka berangkat dari Jakarta dan hendak ke Denpasar Bali.
Sesampai Tol Gempas, Kilometer (Km) 807 Jalur A, tepatnya di Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, bus mendahului kendaraan dari jalur kiri.
Saat posisi mendahului itu, ada mobil di depannya. Mobil itu berhasil mendahului. Sedangkan, bus yang dikemudikan Hari Suprapto, 46, warga Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, tidak berhasil. Kemudian, menabrak truk bermuatan pakan ayam bernopol DK 8484 VO.
“Mobil kecil sudah mendahului, tapi kami tidak. Kami berusaha ngerem, tapi tidak nututi. Lalu, menabrak bagian pojok kanan bagian belakang truk,” ujar sopir kedua Bus Nusa Bali, Hari Suprapto.
Belasan penumpang terluka. Mereka merupakan penunmpang yang duduk di bagian depan sebelah kiri. Sedangkan, sopir selamat. Ia diamankan ke kantor Satlantas Polres Pasuruan Kota.
Kanit PJR Jatim 3 Polda Jatim AKP Sudirman mengatakan, saat itu bus dari barat melintas di lajur cepat dengan kecepatan tinggi. Sesampai di Km 807 A, pengemudi hendak mendahului kendaraan dan mengambil lajur kiri atau lambat.
Namun, dilajur kiri ada truk yang dikendarai Putu Edi Putra Hartawan, 40, warga Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Bus pun menyundul bagian belakang truk.
“Posisi akhir kedua kendaraan berdiri normal menghadap ke timur. Truk berada di lajur lambat, sedangkan bus berhenti di antara lanjur cepat dan lajur lambat,” jelasnya.
Saat kejadian arus lalin merambat. Lajur yang terbuka hanya bahu dalam. Pihaknya langsung melakukan pengaturan lalin sembari evakuasi para korban.
Sejumlah 12 penumpang terluka dan yang lain sehat. Menurutnya, kecelakaan diduga dikarenakan pengemudi bus kurang jaga jarak dengan kendaraan di depannya, sehingga terjadi terjadilaka lantas.
Dari lima korban yang mengalami luka berat itu, di antaranya ada warga Tangerang, Andriyanto, 41. Penumpang yang duduk di bagian depan sisi kiri ini, bagian pergelangan kaki kirinya putus.
Di belakangnya, di posisi sebelah kiri ada Rovelisda Radjagukguk, 52, warga Klaten. Tangan kanannya patah. (selengkapnya lihat grafis).
“Semuanya dilarikan ke RSUD Grati. Sejumlah 19 penumpang lainnya sehat,” ujarnya.
Selain korban luka, juga ada kerugian materi. Bagian depan bus rusak, sedangkan truk bagian belakang kanan juga rusak. Semua kerugian terhitung sekitar Rp 50 juta. Sarana prasarana jalan masih dihitung.
Kini, kasus ini ditangani oleh Satlantas Polres Pasuruan Kota. Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Amrullah Setiawan mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir bus.
“Masih proses dimintai keterangan. Saat ini posisinya di kantor Satlantas,” katanya. (zen/rud)
KORBAN LUKA BERAT
Andriyanto, 41.
Warga Tangerang
Pergelangan kaki kiri putus
Dadan Hamdani, 43
Warga Purwakarta
Luka di kepala
Rovelisda Radjagukguk, 52
Warga Klaten
Tangan kanan patah
Nurwahyuni Kubis, 62
Warga Serang, Banten
Kaki kiri patah
Aat Dasaroanta, 48
Warga Brebes
Kaki kanan dan kiri patah
Editor : Fahreza Nuraga