Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Seni Bertahan di Era Serba Konsumtif: Kebutuhan vs Keinginan

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 10 April 2026 | 16:08 WIB
(freepik)
(freepik)

ERA serba digital kini menawarkan banyak hal dengan cara cepat dan mudah, salah satunya adalah jasa jual beli secara daring serta transaksi yang mudah dan cepat untuk dilakukan. 

Dilansir dari beberapa sumber, pengguna aplikasi belanja online di Indonesia di tahun 2025 terus meningkat, dengan pengguna tertinggi menggunakan aplikasi Shopee, lalu disusul dengan TikTok Shop, dan Tokopedia. 

Kemudahan akses, transaksi, serta banyak pilihan dalam pembayaran membuat pembelian suatu barang/jasa lebih banyak diminati oleh masyarakat, sehingga mereka cenderung untuk melakukan pembelian secara online, daripada harus datang langsung ke toko. 

Perubahan aktivitas masyarakat dalam membeli suatu barang/jasa secara daring tidak terlepas dari kemajuan teknologi dan meluasnya penggunaan internet.

Berkembangnya cara masyarakat dalam berbelanja diakibatkan oleh rekomendasi dan ulasan yang mudah dilihat pada suatu produk, masifnya berbelanja secara daring, pengaruh media sosial, serta pengaruh dari tawaran yang dilakukan oleh pelaku bisnis kepada para konsumen.

Lalu bagaimana cara agar dapat mengontrol diri di era yang serba konsumtif ini? Berikut cara yang bisa dilakukan dalam membedakan apakah perilaku tersebut merupakan suatu keinginan ataupun kebutuhan. 

  1. Konsisten dengan rencana keuangan

Rencana keuangan membantu dalam pengaturan finansial. Mengatur keuangan dibutuhkan untuk mengetahui total pemasukan dan pengeluaran tiap bulannya. 

Terdapat banyak pilihan metode dalam perencanaan keuangan, dan masing-masing memiliki fokus pada tujuan masing-masing. 

  1. Memahami penyebab perilaku konsumtif

Memahami penyebab seseorang berbuat konsumtif sangat diperlukan. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab dalam membeli barang yang tidak diperlukan, mulai dari situasi, tempat, maupun teman. Namun, umumnya mereka dipengaruhi oleh sosial media yang sering mereka konsumsi.

  1. Menetapkan batasan antara kebutuhan dan keinginan

Memahami antara kebutuhan dan keinginan ketika memiliki keinginan Untuk berbelanja secara daring. Harus ada banyak pertanyaan yang diajukan kepada diri sendiri sebelum berbelanja untuk menentukan mana yang kebutuhan dan keinginan, apa manfaatnya? 

Apakah sudah memiliki barang yang serupa? Apakah bisa pinjam/sewa saja?

Langkah tersebut membantu dalam memilih antara kebutuhan dan keinginan sehingga dapat dikurangi perilaku konsumtif tersebut. 

  1. Melacak pengeluaran

Melacak dan mencatat semua pengeluaran yang dilakukan tiap bulannya diperlukan untuk mempermudah dalam membatasi diri untuk berbelanja harian serta penghematan. 

  1. Menghentikan perilaku konsumtif

Perilaku impulsif ketika belanja online dapat dilakukan dengan menetapkan masa tunggu. Seperti menunggu 3 kali gajian, dengan tetap mempertanyakan kepada diri sendiri, apakah tetap diperlukan untuk membeli barang tersebut. 

Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan untuk tidak berperilaku konsumtif di era serba digital ini.

 

Penulis: Tim Magang Unesa/Jawa Pos Radar Bromo

Khofifatun Ni'mah

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#tips hemat' #e commerce #belanja daring #Konsumtif