Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sudah 60 Tahun Tanpa Jembatan, Warga Way Bungur Bertaruh Nyawa Setiap Hari

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 2 Februari 2026 | 17:31 WIB

 

Kondisi memprihatinkan akses penyeberangan di Desa Kali Pasir, Way Bungur, Lampung Timur yang viral.
Kondisi memprihatinkan akses penyeberangan di Desa Kali Pasir, Way Bungur, Lampung Timur yang viral.

Radar Pasuruan - Akses jalan di Desa Kali Pasir–Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, menjadi sorotan publik usai viral di media sosial. Kondisi memprihatinkan itu memperlihatkan warga dan pelajar harus menyeberangi Sungai Batanghari menggunakan rakit kayu.

Video yang pertama kali diunggah akun TikTok @president_angler_liar memperlihatkan aktivitas harian masyarakat yang menyeberang sungai sambil mengangkut sepeda motor. Rakit kayu tersebut disebut hanya mampu menampung sekitar 20 motor sekali jalan.

Setiap pagi, puluhan siswa tampak mengantre untuk menyeberang secara bergantian demi bisa berangkat ke sekolah. Dalam video tersebut, perekam berulang kali mengingatkan agar muatan ditata rapi dan tidak melebihi kapasitas karena dinilai sangat berisiko.

“Prihatin ya, pemandangan setiap hari dan setiap pagi. Ngeri sekali ini,” ucap perekam video seraya meminta warga menunggu giliran kloter berikutnya.

Pemilik akun kemudian mengunggah video lanjutan yang mengklaim mendapat permintaan dari Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela untuk menghapus konten tersebut. Namun, ia menegaskan akan terus menyuarakan kondisi tersebut hingga jembatan benar-benar dibangun.

Ia juga menyoroti minimnya standar keselamatan pada rakit yang digunakan, mulai dari kondisi perahu yang rapuh hingga ketiadaan alat pengaman. Jarak penyeberangan sungai tersebut diperkirakan mencapai 700 meter.

Menanggapi hal ini, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyatakan pihaknya telah beberapa kali meninjau lokasi dan terus mengupayakan solusi. Menurutnya, pembangunan jembatan permanen sepanjang sekitar 100 meter terkendala keterbatasan anggaran daerah.

Ela menyebut kebutuhan anggaran pembangunan jembatan permanen mencapai Rp80 miliar, sementara kemampuan APBD Lampung Timur hanya sekitar Rp19 miliar. Sebagai langkah sementara, Pemkab merencanakan pembangunan Jembatan Merah Putih pada triwulan pertama 2026 sambil menunggu dukungan dari Pemerintah Pusat.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#sungai #lampung #sekolah